Gus Miftah Klarifikasi Soal Ceramahnya di Gereja

Tangkapan layar video akun instagram @gusmiftah

Rancah.com – Pendakwah terkenal Gus Miftah sedang ramai dibahas soal potongan videonya yang tengah ceramah di peresmian Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung di Penjaringan, Jakarta. Ujung dari video ini adalah tudingan kafir yang ditujukan buat Gus Miftah.

Dalam video itu sebenarnya Gus Miftah hanya memberikan ceramah yang berisi nasihat dengan kalimat-kalimat yang menyejukkan nan indah. Namun tidak sedikit dari netizen yang justru mengkuliahi sang pemuka agama soal kegiatannya tersebut.

Di saat aku menggenggam tasbihku, dan kamu menggenggam salibmu. Di saat aku beribadah ke Istiqlal, namun kamu ke Katedral. Di saat aku mengeja Al Quran, dan kamu mengeja Al Kitabmu. Kita berbeda saat memanggil Tuhan. Aku, kamu, kita. Bukan Istiqlal dan Katedral yang ditakdirkan berdiri berhadapan, namun harmonis,” begitu kutipan ceramah Gus Miftah kala itu yang terlihat dalam video yang diunggah juga di akun instagramnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Gus Miftah (@gusmiftah)

Para netizen menganggap, bahwa apa yang dilakukan Gus Miftah terlalu toleran alias toleransi yang kebablasan.

Gus Miftah kemudian mengunggah video di akun instagramnya pada Ahad (2/5). Dalam video tersebut, Gus Miftah menjelaskan bahwa kedatangannya di gereja bukan dalam rangka ibadah. Gus Miftah menjelaskan kedatangannya ke gereja atas undangan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam rangka orasi kebangsaan.

“Assalamu’alaikum, kemarin rame karena ceramah saya di gereja, padahal kemarin diajak pak Gubernur, saya diminta orasi kebangsaan soal kerukunan,” ujar Gus Miftah dalam unggahan videonya yang dilihat pada Rabu (5/5).

Gus miftah juga menuturkan kedatangannya bukan dalam rangka ibadah melainkan peresmian gereja. Menurut pendakwa kondang ini, apa yang dilakukannya adalah hal yang wajar, karena dalam rangka menjaga hubungan dengan sesama anak bangsa.

“Menurut saya biasa, konteksnya bukan ibadah, itu peresmian gereja, maka saya bilang, silaturrahmi kita dengan Tuhan ya sholat, silaturrahmi kita dengan kanjeng Nabi ya sholawat, silaturrahmi kita dengan anak bangsa ya pancasila gitu loh,” tuturnya.

Gus Miftah sendiri mengaku tidak marah dengan tuduhan-tuduhan netizen yang dialamatkan kepadanya.

“Kita yang biasa nuntun syahadat, ratusan orang syahadat sama aku, gara-gara itu saya dikafir-kafirkan, itulah bedanya dakwah sekarang dengan zaman dulu, kalau dulu mengislamkan orang kafir, kalau sekarang mengkafir-kafirkan orang Islam,” katanya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Gus Miftah (@gusmiftah)