Gus Sahal: Kalau UAS Nggak Mau ke Gereja, Itu Haknya

Akhmad Sahal atau Gus Sahal. Tangkapan layar video akun YouTube CokroTV

Rancah.com – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Akhmad Sahal atau Gus Sahal memberikan komentarnya soal pro kontra Gus Miftah orasi kebangsaan di gereja beberapa hari lalu.

Gus Sahal memberikan tanggapan mengenai hal itu saat menanggapi komentar yang mempertanyakan hal tersebut dengan menautkan sebuah berita tentang Ustadz Abdul Somad dan Gus Miftah berjudul ‘Terkait Pidato Gus Miftah di Gereja, UAS: Haram dan Mengorbankan Allah’.

Selain menautkan bertita juga disampaikan beberapa pertanyaan.

“Yg satu ngatakan haram Yg satu lagi ngatakan tdk, penonton yg kayak saya ini jadi kecewa dan bingung,” cuitnya.

Merespons pernyataan ini, Gus Sahal menjelaskan bahwa ulama beda pendapat dalam hukum Islam merupakan hal yang biasa.

Dlm hukum Islam, ulama beda pendapat itu biasa banget. Termasuk ttg hukum masuk gereja,” tulisnya di akun twitternya.

“Ada yang haramkan, tapi banyak yang bolehkan. Menantu Nabi Ali b Abi Talib pernah makan-makan di gereja. Nyante,” sambungnya.

Gus Sahal mengatakan jika UAS tidak mau ke ke Gereja itu haknya. Tapi jika menyalahkan muslim masuk Gereja itu adalah picik.

“Kalo UAS ga mau ke gereja, itu haknya. Tp nyalahkan muslim yang ke gereja, itu picik,” pungkas Gus Sahal.

Sebelumnya, ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) mengenai hukum haram masuk ke dalam rumah ibadah agama lain kembali viral di media sosial.

Ceramah UAS tersebut dikaitkan dengan aksi orasi pendakwah Gus Miftah yang melakukan orasi di dalam gereja beberapa waktu lalu.

Dalam kanal YouTube Ustadz Lovers bertajuk ‘Viral Gus Miftah Pidato di Gereja, UAS dan UAH Angkat Bicara’, UAS menjelaskan hukum seorang Muslim masuk ke dalam gereja.

“Haram hukumnya masuk ke rumah ibadah orang lain, haram. Saya taknonton filmnya sampai habis, tapi cuma trailer-nya aja. Tapi di dalam itu yang bisa saya komentari pertama masuk ke rumah ibadah,” kata UAS dikutip dari video YouTube Ustadz Lovers, Rabu (5/5/2021).