Vicky Sarfaty Jadi Janda Terkaya Dunia Setelah Dapat Warisan Rp 1.283 T

Ilustrasi

Rancah.com – Janda terkaya di dunia kini disandang Vicky Sarfaty. Dia diwarisi sejumlah harta dari suaminya, Joseph Safra yang meninggal dunia pada Desember lalu.

Sebelum meninggal, Joseph Safra adalah bankir terkaya di dunia. Kini beberapa aset keluarga yang paling berharga telah diberikan kepada Vicky Sarfaty yang berusia 68 tahun.

Berdasarkan lansiran detiknews dari Bloomberg, Selasa (8/6/2021), janda empat anak itu saat ini terdaftar sebagai pemilik J. Safra Sarasin Swiss dan Banco Safra Brasil, dua bank dengan aset sekitar US$ 90 miliar atau setara Rp 1.283 triliun (kurs Rp 14.259).

Selain itu, dia juga mendapat perusahaan yang terkait dengan kepemilikan real estat keluarga, termasuk gedung pencakar langit Gherkin di London dan 660 Madison Avenue di New York.

Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, Vicky Sarfaty dan keempat anaknya memiliki harta gabungan lebih dari US$ 16,2 miliar atau setara Rp 230,9 triliun. Sayangnya juru bicara keluarga menolak berkomentar tentang kekayaan bersih mereka.

Mewariskan kekayaan Safra adalah salah satu yang terbesar dalam sejarah. Ada juga kerabat Petr Kellner dan Heinz Hermann Thiele yang siap mewarisi kekayaan lebih dari US$ 25 miliar setelah pengusaha Eropa meninggal tahun ini.

Di Korea Selatan, Hong Ra-hee, istri mendiang Chairman Samsung Group Lee Kun-hee, kini memiliki kekayaan lebih dari US$ 7 miliar sejak mewarisi sebagian sahamnya. Istri Sheldon Adelson, Miriam, mengendalikan kekayaan US$ 34 miliar setelah raja kasino itu meninggal pada Januari di usia 87 tahun.

Dalam dua dekade ke depan, akan ada miliarder yang disebut bakal mewariskan lebih dari US$ 2 triliun, menurut UBS Group AG dan PwC.

“Hanya segelintir perusahaan keluarga yang berhasil melewati generasi ketiga. Dalam kasus Safra, kami melihat proses yang terstruktur yang tampaknya telah dipikirkan untuk sementara waktu,” kata perusahaan yang memberi nasihat kepada keluarga, Mitra di Cambridge Family Enterprise Group Brasil, Roberto Bento Vidal.