Gercep! 24 Terduga Pelaku Pungli Langsung Ditangkap Usai Jokowi Telepon Kapolri

Tangkapan layar video akun YouTube Sekretariat Presiden

Rancah.com – Polres Metro Jakarta Utara mengamankan sebanyak 24 orang. Mereka diamankan terkait dugaan kasus pungutan liar (pungli). Puluhan orang yang diduga terlibat pungli itu kini tengah diperiksa intensif oleh kepolisian.

Pemeriksaan itu terjadi tidak lama setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ditelepon Presiden Joko Widodo saat menerima aduan dari sopir kontainer di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal Peti Kemas Koja, Jakarta Utara, pada Kamis.

“Kami periksa secara intensif dari dua lokasi. Satunya di depo PT Greeting Fortune Container (GFC), satunya lagi di depo PT Dwipa Kharisma Mitra Jakarta,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan saat dihubungi wartawan di Jakarta, dikutip dari Suara, Kamis (10/6/2021) malam.

Guruh mengatakan, personelnya masih dalam tahap memeriksa dan belum menetapkan tersangka dari kasus kriminal jalanan itu. “Belum, masih kami periksa mereka. Kami dalami,” kata Guruh.

Guruh memastikan akan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat guna mencegah pungli terjadi lagi di wilayah Jakut.

“Kami akan menindak tegas. Ini kan memberatkan para pengemudi,” kata Guruh.

Sebelumnya, Presiden Jokowi bertemu sejumlah sopir kontainer untuk mendengar langsung keluhan yang mereka alami, terutama soal pungli. Sopir bernama Agung Kurniawan (38), warga asal Ngawi mengadukan kepada Jokowi tentang maraknya pungli di depo pelabuhan.

Depo adalah tempat meletakkan kontainer yang sudah dipakai atau mengambil kontainer yang akan dipakai shipping line. Hal itu dikonfirmasi pula oleh rekan Agung bernama Abdul Hakim.

Abdul mengatakan, kemacetan menambah leluasa pergerakan para preman tersebut dalam menjalankan aksinya memalak supir kontainer. Mendengar keluhan itu, Jokowi langsung menelpon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar masalah itu segera dituntaskan.