Pengakuan Oknum Satpol PP Gowa Pemukul Pemilik Kafe

Kuasa hukum Mardani, Syafrin memberikan keterangan kepada wartawan terkait pemeriksaan tersangka di Mapolres Gowa, Sabtu (17/7/2021). (Foto: iNews/Andi Deri Sunggu)

Rancah.com – Polres Gowa telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka oknum anggota Satpol PP Gowa, Mardani Hamdan (45) atas aksi pemukulannya terhadap seorang ibu pemilik kafe di kabupaten itu, Sabtu (17/7/2021).

Mardani dicecar dengan 22 pertanyaan terkait penganiayaan saat razia PPKM tersebut. Dari pemeriksaan itu diketahui sebab akibat dari peristiwa penganiayaan tersebut.

“Pertanyaan dari penyidik tadi ada 22 poin dan terungkap adanya sebab akibat dari peristiwa penganiayaan tersebut. Dia dijemput di kantor Satpol PP,” kata pengacara tersangka Mardani, Syafrin di Mapolres Gowa dikutip dari iNews.

Pengakuan tersangka Mardani yang disampaikan oleh kuasa hukumnya, pemukulan terhadap korban Amriana (34) dan suaminya Nurhalim (26), terjadi secara spontan.

Sebab, Mardani sebelumnya merasa korban melempar botol ke arahnya sehingga dia emosi sesaat.

“Penganiayaan itu karena spontanitas karena adanya lemparan dari korban yang menyebabkan emosi sesaat. Dia dilempari botol sewaktu akan mendekati korban, pelemparan kursi itu berikutnya. Jadi tidak ada provokasi, ini memang inisiatifnya untuk memeriksa izin usaha,” katanya.

Mantan Sekretaris Satpol PP Pemkab Gowa yang tiba pukul 15.00 di Mapolres Gowa itu juga menyampaikan penyesalan atas perbuatannya melakukan kekerasan terhadap korban.

“Dia sangat menyesali perbuatan yang dia lakukan. Kejadian itu betul-betul cuma spontanitas,” katanya.

Lebih lanjut kuasa hukum pelaku meminta kepada polisi agar kliennya tidak ditahan. Dia pun menambahkan saat ini kondisi Mardani drop pascakejadian yang viral di media sosial itu.

Apalagi, Mardani juga sudah dinonjobkan dari jabatannya sebagai sekretaris Satpol PP Pemkab Gowa.

“Dia saat ini drop. Karena itu, kami dari kuasa hukum tetap akan ajukan permohonan agar tidak dilakukan penahanan terhadap klien kami. Kami akan perjuangkan hak-hak klien kami,” katanya.

Sementara kuasa hukum korban, Ashari Setiawan mengatakan, kondisi korban saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di rumah sakit. Dia juga meminta proses hukum dilanjutkan dan berharap agar pelaku dihukum atas kasus pemukulan tersebut.

Polisi saat ini masih terus memeriksa tersangka hingga batas penahanan. Tersangka dijerat dengan pasal 351 dengan ancama hukuman dua tahun penjara.