Politisi PKB Sebut Para Menteri Ini Harusnya Minta Maaf Seperti Luhut

Politikus PKB, Luqman Hakim. Dok. Istimewa via detikcom

Rancah.com – Politisi PKB Luqman Hakim menilai ada sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju yang mesti meminta maaf seperti Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Sejumlah menteri yang kinerjanya disorot oleh Luqman di antaranya Airlangga Hartarto dan Budi Gunadi Sadikin.

“Menurut saya, Menko Perekonomian, Menteri BUMN, Menteri Perhubungan dan Menteri Kesehatan juga layak minta maaf atas penanganan pandemi Covid-19 yang banyak kekurangannya ini,” kata Luqman, dikutip dari detiknews, Senin (19/7/2021).

Airlangga diketahui menjabat Menko Perekonomian. Sedangkan Budi Gunadi Sadikin mengemban tugas sebagai Menteri Kesehatan RI.

Kembali ke Luqman. Sekretaris Gerakan Sosial dan Kebencanaan DPP PKB itu juga menyebut salah seorang menteri lagi yang mesti meminta maaf seperti Luhut. Menteri tersebut memiliki tugas di bidang komunikasi, yakni Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate.

“Termasuk Menkominfo harusnya minta maaf, karena mestinya dia yang bertanggung jawab atas buruknya komunikasi publik pemerintah,” sebut Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu.

Terpisah, elite PKB lainnya, Daniel Johan, juga menyoroti topik yang sama. Daniel menilai seharusnya akan banyak menteri yang meminta maaf seperti Luhut.

“Bakal banyak (menteri yang meminta maaf), karena saat ini memang kondisinya berat. Lihat saja penyerapan anggaran para menteri hingga saat ini, itu pun sudah indikator kinerja yang buruk,” tutur Daniel.

Luhut sebelumnya meminta maaf karena belum optimalnya PPKM darurat. Luhut berjanji pemerintah akan terus bekerja keras agar laju penyebaran Covid-19 varian Delta dapat ditekan.

“Sebagai Koordinator PPKM Jawa dan Bali, dari lubuk hati yang paling dalam, saya ingin meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia jika dalam penanganan PPKM Jawa dan Bali ini masih belum optimal,” kata Luhut Pandjaitan dalam konferensi pers yang disiarkan langsung lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (17/7).