Ganjar Pranowo Protes Alokasi Vaksin Titipan Ormas dan DPR: Itu Merepotkan

Foto: Twitter @ganjarpranowo

Rancah.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap supaya Kementerian Kesehatan tidak mengatur terlalu detail terkait alokasi vaksin Covid-19 hingga tingkat kabupaten/kota.

Ganjar mengungkap alokasi untuk kelompok tertentu dinilai merepotkan vaksinator di tingkat bawah.

Hal itu diungkapkan Ganjar Pranowo usai rapat penanganan Covid-19 di kantornya. Ia mengatakan sudah mempertanyakan kepada perwakilan Kemenkes saat rapat secara virtual tersebut.

Ia menjelaskan Kemenkes telah membagi jatah vaksin tidak hanya untuk kabupaten/kota tetapi juga berdasarkan kelompok, seperti organisasi masyarakat, hingga titipan dari anggota DPR dan lain-lain.

“Saya nggak ngerti nih, kepentingan pusat kayaknya terlalu jauh lah, kalau membagi sampai tingkat detail itu. Ormas ini sekian, terus kemudian dari titipan DPR sekian, itu merepotkan kita di bawah. Karena yang di bawah ini akhirnya mereka ditarik, ‘ayo dong tempatku dulu ayo dong kelompokku dulu’, maka vaksinatornya repot,” kata Ganjar di kantornya, Semarang, Senin (30/8/2021) dikutip dari detiknews.

Meski demikian Ganjar menyebut adanya kelompok-kelompok ‘titipan’ yang menginginkan vaksinasi itu, bisa mempercepat target vaksinasi Covid. Namun ia berharap bisa membawa vaksinator sendiri.

Kalau ujung-ujungnya jika diberikan kepada pihaknya, maka akan terjadi tarik ulur kepentingan.

“Sebab kalau ujung-ujungnya nanti diberikan kepada kami, itu rasa-rasanya akan menjadi tarik-ulur di antara kepentingan yang utama. Di mana kami harus menyelesaikan sesuai dengan target jumlah yang kita siapkan,” terang Ganjar.

Ganjar mengungkap antusiasme masyarakat di daerah untuk mengikuti vaksinasi sangat tinggi. Hal ini terbukti saatbupati Banyumas, Sragen, Karanganyar, Brebes dan Wali Kota Tegal bergantian meminta tambahan stok vaksin.

“Jadi mereka itu semangatnya wah top betul, bisa ngebut, bisa menyampaikan dengan bagus kepada masyarakat sehingga masyarakat antusias. Tapi vaksinnya masih kurang,” katanya.

“Kalau kami bisa diizinkan oleh kementerian kesehatan, kasih dong kami lipat gandakan (stok vaksin) sampai 300 persen agar kami bisa ngejar karena mereka semangat,” imbuhnya.