Denny Siregar: Kalau Ganjar Dibuang PDIP, Bukan Dia yang Rugi

Denny Siregar. Foto: Ari Saputra/detikcom

Rancah.com – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dinilai masih berpeluang menang sebagai calon presiden meskipun tanpa dukungan PDI Perjuangan.

Hal itu disampaikan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) berdasar hasil survei yang mereka umumkan pada Minggu (13/6).

Menanggapi hal ini, pegiat media sosial Denny Siregar mengiyakan pernyataan tersebut.

Denny mengatakan harusnya semua partai saat ini harus memahami bahwa sejak Jokowi menang menjadi Presiden RI, masyarakat sudah jelas memilih sosok daripada partai.

“Ya pastilah.. Semua partai harusnya mulai paham, bahwa sejak Jokowi menang, masyarakat sudah memilih sosok daripada partai,” kata Denny lewat akun twitternya, Jumat (8/10/2021).

Karenanya kata Denny, kalau Ganjar dilepaskan dari PDIP maka yang rugi sebenanrya bukan Ganjar.

“Jadi kalau Ganjar dibuang PDIP, bukan dia yang rugi..,” lanjut Denny.

Balik lagi ke survei

Sebelumnya, Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad menuturkan survei itu dilakukan melalui wawancara terhadap 1.220 responden berusia 17 tahun ke atas di seluruh Indonesia pada 21-28 Mei 2021 lalu.

Dari hasil survei dengan margin of error penelitian 3,05 persen, lembaganya telah menjajaki survei dengan skenario Ganjar maju sebagai capres, tanpa melibatkan dukungan dari simpatisan partai Banteng Moncong Putih.

Selain mengabaikan pemilih PDIP, skenario atau simulasi itu mensyaratkan pemilih mengenal tiga nama capres. Selain Ganjar, ada nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Hasilnya, Ganjar unggul dibanding kedua nama lainnya.

“Ganjar mendapat suara 35,3 persen, Prabowo 30,8 persen, dan Anies 25,5 persen,” ujar Saidiman dalam paparannya dikutip dari CNNIndonesia.

Skenario itu dilakukan menyusul gonjang ganjing di internal PDI-Perjuangan, terkait kemungkinan Ganjar berpeluang tak diusung partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tersebut.

Menurut Saidiman, dalam prahara itu, PDIP konon lebih memilih memasangkan Puan Maharani dan Prabowo Subianto dari Gerindra untuk pemilihan presiden 2024. Di sisi lain, sejumlah partai seperti PKS dan Nasdem disebut-sebut akan mencalonkan Anies Baswedan.

“Santer terdengar bahwa PDIP dan Gerindra mungkin sekali akan memajukan nama pasangan Prabowo Subianto dan Puan Maharani dalam kontestasi kepresidenan 2024,” kata dia.

Namun, kata Saidiman, hasil surveinya menyebut Ganjar tetap berpeluang menang tanpa PDIP.

Dukungan Ganjar datang dari partai lain seperti dari PKB (68 persen), Demokrat (40 persen), partai non-parlemen (46 persen), dan yang menyatakan “belum tahu” memilih partai mana (31 persen).

Selain itu, Ganjar, katanya, juga mendapat suara lebih baik dari pemilih Nasdem dibandingkan Anies. Sekitar 27 persen pemilih Nasdem menyatakan mendukung Ganjar, dan hanya 21 persen yang menyatakan mendukung Anies.

“Dengan demikian terlihat bahwa peluang Ganjar masih tetap besar kalaupun tidak dipilih sebagai calon oleh PDIP,” kata dia.