Viral Video Preman Pungli Uang Keamanan di Jambi, Ternyata Faktanya Mengejutkan

Tangkapan layar video viral

Rancah.com – Sebuah video yang menunjukkan seorang pria meminta uang keamanan ke sopir truk di Jambi viral di media sosial. Fakta sebenarnya seperti apa?

Dilihat Rancah.com, Rabu (13/10/2021), dalam video viral itu terlihat seorang pria berkaus merah menggunakan sepeda motor putih berhenti di depan truk. Pria di motor itu kemudian mengetuk kaca mobil truk.

“Apo Bang? Ndak ado lagi duit,” ujar sopir truk yang merekam kejadian itu.

“Dua puluh, dua puluh, uang keamanan. Jangan ngeyel kali kau,” ujar pria berbaju merah itu.

Pengunggah video menyebut peristiwa itu terjadi pada Kamis (7/10). Lokasi kejadian berada di Pasar Kresik Tuo, Kayu Aro, Kerinci, Jambi.

“Katanya uang keamanan, padahal kalau dia nggak ada malah lebih aman,” tulis pengunggah video.

TERNYATA FAKTANYA MENGEJUTKAN

Fakta mengejutkan di balik video viral ini kemudian terungkap lewat video yang diunggah di akun YouTube Jambi Police yang diberi judul “KLARIFIKASI DUGAAN AKSI PREMANISME DI STA KEC. KAYU ARO KAB KERINCI YANG VIRAL DI MEDIA SOSIAL”.

Dalam video klarifikasi tersebut, si pria yang diduga preman memberi penjelasan soal identitasnya. Dia mengaku bernama Syafii (41) dan merupakan warga Ogan Komering Ulu (OKU).

“Sehubungan dengan beredarnya video pemerasan atau pungutan liar oleh preman terhadap sopir truk di lokasi STA Kayu Aro yang viral di media sosial, dengan ini saya menyampaikan bahwa video tersebut direkam oleh teman saya sendiri yang bernama Susilo Nurdianto,” ujar Syafii dalam video tersebut.

Syafii mengatakan temannya berperan sebagai sopir truk. Dia mengaku berperan sebagai preman yang meminta uang kepada temannya.

“Korban yang berada di dalam mobil tersebut adalah teman saya sendiri yang bernama Susilo Nurdianto atau Kuret yang di Jawa-nya kita satu kantor di kantor ekspedisi,” ucapnya.

“Hasil rekaman itu di-upload teman saya di story WA teman saya yang kemudian cepat menyebar di media sosial sehingga pemberitaan dan menimbulkan keresahan di masyarakat,” sambung Syafii.

Dia meminta maaf atas peristiwa ini. Syafiin berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Atas kejadian tersebut, saya memohon maaf kepada masyarakat Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh pada umumnya dan khususnya masyarakat Kayu Aro yang merasa resah dengan berita hoax yang kami buat tersebut dan kami berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan konten video yang beredar di media sosial tersebut,” tuturnya.

Susilo Nurdianto dalam video juga menyampaikan klarifikasi. Dia mengatakan video itu sengaja dibuat oleh dirinya dan Syafii. Susilo juga meminta maaf.

“Itu video pribadi saya. Jadi video diambil semata-mata buat lelucon. Bertujuan kami kirimkan khusus untuk anggota ekspedisi saya karena yang berpura-pura jadi preman pun satu ekspedisi sama saya, yaitu bernama Syafii,” ucap Susilo.

Dia berjanji tak akan mengulangi perbuatannya. Selain itu, Susilo mengatakan kondisi di Kerinci, Jambi, sangat aman dan tidak ada pungli yang dialaminya.

“Dan yang pura-pura jadi korban itu saya sendiri. Saya sendiri juga yang merekam. Atas kejadian tersebut yang sudah meresahkan masyarakat Kayu Aro, Kerinci, Sungai Penuh dan sekitar, yang merasa tidak nyaman dengan video tersebut, saya dan teman saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujar Susilo.

“Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi karena saya merasa sendiri di Kerinci sangatlah aman dan bebas dari pungutan,” pungkasnya.