Untuk Akselerasi Pembangunan dan Perbaikan Birokrasi, Ferdinand Hutahaean Menilai Menteri-menteri Ini Harus Dicopot!

Ferdinand Hutahaean. Foto: Istimewa

Rancah.com – Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean memberikan penilaian selama 2 tahun Jokowi-Ma’ruf Amin memimpin Indonesia.

Ferdinand menilai selama 2 tahun memimpin di tanah air, Jokowi-Ma’ruf secara umum layak mendapat score 65-75.

Untuk mengejar nilai 80-90 di tahun ke-3, Jokowi kata Ferdinand harus mengevaluasi beberapa beberapa menteri.

“2 Tahun Jokowi Maaruf menurut sy secara umum layak dapat score 65-75. Utk mengejar nilai 80-90 tahun ke 3, JKW hrs evaluasi bbrp menteri,” kata Ferdinand lewat akun twitter miliknya @FerdinandHaean3, Kamis (21/10/2021).

Ia menyarankan, kedepannya agar Ma’ruf Amin lebih aktif dan memperbaiki birokrasi yang masih ruwet, terutama sistem digitalisasi.

“Wapres lbh aktif bekerja dan memperbaiki Birokrasi yg msh ruwet. Terutama sistem digitalisasi jgn sampai mengambil alih otorisasi pejabat,” lanjut Ferdinand.

Jika menilai secara parsial, Ferdinand menilai memberi nilai Jokowi dengan score 80, Ma’ruf Amin 50 poin, jajarna polhukam 55 poin, jajaran PMK 60 poin, perekonomian 65 poin dan Marinves 70 poin.

“Jika memisah antara Presiden, Wapres dan Menteri jajaran Kemenko, mk Jokowi score 80, Maaruf Amin score merah 50, Menteri jajaran Polhukam 55, jajaran PMK 60 Perekonomian 65 dan Marinves 70,” jelas Ferdinand.

“Pres @jokowi hrs mencopot bbrp menteri utk akselerasi pembangunan dan perbaiki birokrasi,” sambungnya.

Untuk mencapai target pembangunan dan perbaikan birokrasi, maka Ferdinand menyarankan agar beberapa menteri diganti.

“Menteri yg layak dicopot menurut sy adalah Erick Tohir, Bahlil L, Sofyan Djalil, Teten M, Mahfud MD, Jhony Plate, Pratikno, Muhajir E, Agus Gumiwang, Arifin Tasrif, Yasin Limpo,” kata Ferdinand.

Nama-nama menteri tersebut menurut Ferdinand tidak mampu menterjemahkan pemikiran Presiden menjadi program kerja yang harus diimplementasikan.

“Mereka tak mampu menerjemahkan pemikiran Presiden menjadi program kerja yg hrs diimplementasikan,” pungkas Ferdinand.