Mahfud MD Ungkap Koruptor di Indonesia Ada 1.298 Orang, 86 Persen Lulusan Perguruan Tinggi

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Foto: Tangkapan layar video akun YouTube Undip TV Official

Rancah.com – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan bahwa sampai hari ini koruptor di Indonesia mencapai 1.298 orang.

Jumlah tersebut kata Mahfud yakni sekitar 0,00001 persennya dari total lulusan perguruan tinggi yang mencapai 17 juta orang.

Demikian Mahfud menyampaikan hal itu dalam acara silaturahmi dengan senat akademik dan dewan profesor Universitas Diponegoro Semarang.

“Pelaku korupsi di Indonesia berdasar data per hari ini 1.298 orang koruptor, sedangkan lulusan perguruan tinggi itu 17,06 juta,” kata Mahfud dalam video yang disiarkan di akun YouTube Channel Undip TV Official pada Jumat (21/10/2021).

“Jadi orang koruptor dari perguruan tinggi dari lulusannya itu tidak sampai 0,00001 persen tidak ada.”

Mahfud mengatakan, memang persentase jumlah lulusan perguruan tinggi yang menjadi terpidana kasus korupsi terbilang sangat sedikit.

Akan tetapi, jika dilihat dari sudut pandang koruptor yang jumlahnya sampai 1.298 orang, 86 persennya terpidana kasus korupsi berasal dari lulusan perguruan tinggi.

“Dari sudut korupsi, 86 persen terpidana korupsi itu adalah sarjana ke atas. Berarti lulusan perguruan tinggi itu paling dominan korupsi,” kata Mahfud.

Ia menjelaskan hal tersebut untuk merespons informasi bahwa perguruan tinggi disebut sebagai terdakwa utama atas banyaknya kasus korupsi di Indonesia.

Kemudian, Mahfud juga menjelaskan maksud pembacaan analisis jumlah data statistik 86 persen dari 1.298 koruptor itu, berbeda dengan 1.298 koruptor dari 17 juta lulusan perguruan tinggi.

“Bagaimana ya menjelaskannya, orang yang bodoh-bodoh itu yang tidak mengerti analisis, tidak tahu membaca statistik, tidak tahu membaca 86 persen itu dari koruptor yang masuk penjara, dan 86 persen itu jumlahnya hanya 1.298 dari 17 juta alumni. Itu beda cara bacanya,” kata Mahfud.

Karenanya, Mahfud meminta kepada perguruan tinggi untuk memperkuat nilai-nilai kepancasilaan. Selain itu, juga mengajarkan kepada para mahasiswa bahwa korupsi bertentangan dengan Pancasila.

“Oleh sebab itu mari kuatkan nilai-nilai Kepancasilaan itu, di kampus itu diajari bahwa korupsi itu bertentangan dengan Pancasila,” kata Mahfud MD.