Kurir Ojol yang Bawa Kabur MacBook Rp 67 Juta Ditangkap!

Foto: Gedung Polda Metro Jaya (Andhika Prasetia/detikcom)

Rancah.com – Polda Metro Jaya menangkap kurir ojek online (ojol) yang membawa kabur MacBook senilai Rp 67 juta yang dilaporkan oleh pemilik Untung Store, Untung Putro.

Pelaku dikabarkan ditangkap di kawasan Jakarta Barat.

“Iya benar, nanti kami akan rilis,” kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis dikutip dari detik, Rabu (24/11/2021).

Namun, Auliansyah belum memerinci perihal penangkapan pelaku. Ia menyebut siang ini pihaknya akan menggelar konferensi pers untuk menjelaskan kronologi pengungkapan kasus tersebut.

Untung Putro diketahui telah membuat laporan ke Polda Metro Jaya terkait penggelapan MacBook senilai Rp 67 juta tersebut. Untung menyebut pelaku merupakan residivis.

Ia mengatakan bahwa pelaku itu merupakan residivis dan menurutnya telah menelan korban 15 orang.

“Ternyata ada 15 orang yang pernah jadi korban orang tersebut juga. Jadi orang ini residivislah, sindikatlah. Dia modusnya jual-beli akun ojek online,” kata Untung saat dihubungi, Minggu (21/11).

Menurut dia, pelaku kerap menggonta-ganti akunnya saat melakukan aksi tersebut. Barang pesanan ke-15 korban yang dibawa kabur memiliki nilai jual yang bervariasi.

“Yang terlapor sampai sekarang sudah 15 kali dengan orang yang sama dan nilainya fantastis, pasti di atas Rp 10 juta. Ada yang Rp 23 juta, ada yang Rp 28 juta, Rp 40 juta. Saya mungkin salah satu yang paling gede ya, Rp 67 juta di satu transaksi,” jelasnya.

Kemudian, Untung menyebut pelaku menggunakan KTP palsu untuk mendaftarkan diri sebagai kurir ojek online.

“Jadi akun palsu, KTP palsu. Kalau nama di KTP Hendri Usman, cuma saya yakin itu dia jual akun juga, jadi KTP palsu. Karena kami dapet foto KTP, kami kirim tim ke alamat di KTP juga nggak ada orang tersebut,” ungkap Untung.

Dia pernah mengalami kejadian serupa sebanyak tiga kali. Pada saat itu, barang yang dibawa kabur juga bervariasi, seperti laptop dan handphone.

“Kalau ini menurut saya nggak bisa didiemin kalau beginian. Jadi lebih ke moral sih. Kalau untuk materiilnya kita udah diganti sama marketplace-nya,” jelas Untung.

“Jadi akun yang dipakai itu beda-beda setiap melakukan modus kejahatan tersebut. Terus abis itu saya data orang-orang korban itu, abis itu saya baru kemarin sempat laporan ke Siber Polda Metro Jaya,” kata dia.