Jokowi Bicara Keras ke Kepala Daerah: Tanpa Kita Bisa Kendalikan Covid jangan Harap yang Namanya Pertumbuhan Ekonomi itu Ada

Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto: Tangkapan layar video akun YouTube Sekretariat Presiden

Rancah.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pertumbuhan ekonomi mustahil bisa terwujud jika pandemi Covid-19 tidak terkendali.

Karenanya, Jokowi mengimbau jajarannya untuk mewaspadai ancaman lonjakan kasus pada periode libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

“Kita harus betul-betul kerja keras menyiapkan semuanya dan kuncinya hanya satu, kita bisa mengendalikan yang namanya pandemi Covid. Hanya itu,” kata Presiden Jokowi saat membuka Rakornas dan Anugerah Layanan Investasi 2021 di Jakarta yang ditayangkan di akun YouTube BKPM TV – Invest Indonesia, Rabu (24/11/2021).

Jokowi mengakui terkadang berbicara keras kepada kepala daerah untuk memastikan penanganan Covid-19. Menurut dia, hal tersebut penting demi pemulihan ekonomi nasional.

Karena jika negara tidak mampu mengendalikan Covid-19 maka pertumbuhan ekonomi sulit terwujud.

“Sehingga kenapa saya kadang berbicara keras kepada gubernur, bupati dan wali kota karena memang kuncinya ada di situ. Tanpa kita bisa mengendalikan Covid jangan berharap yang namanya pertumbuhan ekonomi itu ada,” jelas Jokowi.

Jokowi mengingatkan saat ini di negara-negara pada benua Eropa dan Amerika tengah terjadi gelombang kasus Covid-19 hingga jilid keempat. Karenanya, Jokowi mengingatkan kepada jajarannya agar jangan sampai terjadi kondisi itu di Indonesia.

“Hati-hati saya ingin mengingatkan kembali, di Eropa, Amerika ini sedang tinggi-tingginya muncul setelah gelombang satu, gelombang dua, gelombang tiga, gelombang empat, muncul. Kita ingin apa yang sudah Alhamdulillah terkendali Covid di negara kita ini tidak mengalami lonjakan lagi,” kata Jokowi.

“Oleh sebab itu, saya kemarin rapat marilah kita bersama-sama utamanya menghadapi natal dan tahun baru, kita kendalikan bersama-sama dalam rangka ekonomi kita bisa lebih baik,” ujar Jokowi.

Sebagai informasi, pemerintah saat ini tengah mewaspadai lonjakan kasus Covid-19 pada periode Libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Untuk mengantisipasi gelombang itu, maka pemerintah memberlakukan PPKM Level 3 mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Kebijakan itu berlaku sama rata di seluruh wilayah Indonesia.