Biadab! Ditolak Berbuat Mesum, Bocah Ini Dibunuh dengan Cara Sadis

Aviors Christover Bin Suardi (16) tega membunuh seorang anak di bawah umur. Diduga, korban tak mau melayani nafsu bejatnya.

Kabupaten berjuluk Nene Mallomo yang selalu didengungkan ramah anak ini, kembali tercoreng atas kejadian miris ini.

Pelaku yang berinisial AC ini adalah salah seorang karyawan di salah satu perusahaan ternama di Kabupaten Pinrang.

Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Benni Pornika membenarkan peristiwa penganiayaan anak dibawah umur ini. Dia mengatakan, sementara tahap pengembangan.

“Yah, Kejadiaan naas tersebut terjadi di rumah korban pada Rabu, 12 Februari 2020 sekitar pukul 13.45 wita,” katanya, Jumat (14/2/2020).

Dihadapan polisi, pelaku mengakui perbuatannya. Dia mengatakan telah menganiaya korban karena panik. Apalagi kalau aksinya hendak berbuat senonoh dilapor ke keluarganya.”Ia pak. Saya melakukannya,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, sebelum kejadian terduga pelaku mendatangi rumah korban. Dia datang menawarkan produk alat-alat rumah tangga.

Tak lama kemudian, pelaku izin ke kamar mandi WC yang ada dibelakang rumah korban. Katanya, hendak buang air besar.

Sesampainya di WC, bak air sedikit. Ia kemudian, melihat korban dan meminta tolong agar membuka kran air bak mandi yang berada di luar kamar mandi sebab dia sudah di dalam WC.

Tetapi, karena otak mesumnya memuncak, pelaku kemudian merayu korban agar masuk ke dalam WC. Korban yang masih lugu, mengiyakan saja.

Dari sinilah, pelaku diduga kemudian memaksa korban melakukan hal senonoh. Namun, korban menolak dan berontak sekuat tenaga.

Takut aksinya dibeberkan kekeluargaan korban. Spontan pelaku lalu diduga mencelupkan kepala korban ke dalam bak air. Menekannya hingga tak bernapas.

“Saat kejadian saya kebelakang rumah. Saat itu juga hendak buang air besar. Saya sempat ketuk pintu WC. Ada sendal adik saya di luar. Di sinilah saya curiga,” bebernya, sembari agar namanya tak dikorankan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mengintrogasi pelaku dan siap-siap untuk menjeratnya dengan pasal berlapis terkait UU Perlindungan Anak.