Kampus di Singapura Lakukan Kegiatan Secara Online Karena Virus Corona

Rancah.com – Pasien meninggal karena virus corona kini capai lebih dari 1.500 pasien. Tak hanya itu, penyebaran yang semakin luas kini sudah menjangkau 27 negara. Mesir menjadi negara terbaru yang mengumumkan adanya kasus virus corona di negaranya. Tak hanya Mesir, Singapura juga merupakan salah satu negara yang memiliki pasien virus corona. Bahkan jumlah pasien mencapai 67 orang dan menjadikan Singapura sebagai negara terbanyak kedua terjangkit virus corona setelah Cina.

Otoritas Singapura meningkatkan kehati-hatian menjadi waspada terhadap virus ini. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penyebaran yang semakin meluas. Salah satunya adalah melakukan kegiatan secara online. Dikutip dari Kompas, School of Design and Environment (SDE), National University of Singapore (NUS) melakukan semua kegiatan kelas dengan cara online setelah salah satu profesor yang mengajar terinfeksi virus corona. Bahkan kelas, tes dan semua pertemuan diundur hingga tanggal 21 Januari dan akan mulai kembali tanggal 22 Januari-1 Maret 2020. Tak hanya itu, pihak kampus juga mulai melakukan berbagai macam pencegahan dengan menyemprotkan desinfektan secara menyeluruh, membersihkan toilet yang mulanya 2 kali sehari menjadi 4 kali sehari dan meliburkan staf yang pernah memiliki kontak dengan profesor tersebut.

Tak hanya kampus, dikutip dari CNBC Indonesia, Uskup Agung (Grace Archbishop) Singapura, William Goh mengumumkan penangguhan misa publik hingga batas waktu tak ditentukan melalui Surat Pastoral resmi. Tak hanya misa, kegitan sesi formation, retret, dan seminar terpaksa harus ditunda karena keadaan yang sulit dikendalikan ini. Namun umat Katolik tetap bisa mengikuti siaran misa siaran Misa melalui YouTube atau CatholicSG Radio.