Cegah Corona dengan Cairan Pemutih Pakaian sebagai Bahan Disinfektan, Apa Bisa?

Ilustrasi semprot disinfektan (pixabay.com/kropekk_pl)

Rancah.com – Kasus virus corona yang menyebar dengan cepat membuat banyak orang berbondong-bondong untuk menyiapkan segala keperluan. Mulai dari bahan pokok hingga berbagai alat kesehatan juga ikut diborong untuk mencegah tertular virus corona.

Contohnya masker dan hand sanitizer yang kian langkah dan kalaupun ada harganya akan meroket. Tak hanya itu, disinfektan yang juga turut langka karena disinfektan dapat digunakan untuk membunuh kuman dan virus.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut banyak orang yang menyebarkan cara membuat masker, membuat hand sanitizer dan disinfektan secara mandiri. Berbicara tentang disinfektan, berbagai macam bahan bisa digunakan. Ada yang memakai cuka adapula menggunakan cairan pemutih untuk membuatnya. Pertanyaannya apa benar cairan pemutih bisa membuat disinfektan?

Jawaban akan hal ini dikutip dari Kompas (26/3/2020), pemutih pakaian mengandung bahan sodim hypochlorite yang dapat membunuh kuman dan berbagai macam virus diantaranya virus influenza, staphylococcus, streptococcus, salmonella, dan juga virus salesma. “Kita bisa menggunakan pemutih pakaian sebagai disinfektan permukaan benda, untuk menghancurkan struktur protein mikroorganisme seperti virus atau bakteri,” kata dokter layanan primer David Nazarian. Cairan disinfektan dapat membakar membran pelindung bakteri dan cangkang mikroorganisme virus.

Namun yang perlu menjadi perhatian, dikutip dari Liputan6 (24/3/2020), cairan pemutih memiliki sifat kaustik yaitu sifat yang dapat membuat kerusakan dan iritasi pada kulit. Selain itu dikutip dari Kompas, cairan pemutih tidak boleh dipakai pada lantai kayu atau dinding bercat karena dapat mengikisnya. Oleh karena itu penggunaannya harus sesuai dengan takaran. “Anjuran dari WHO seperti berikut, pengenceran 5 persen sodium hipoklorit dengan perbandingan 1:100 biasa dianjurkan. Gunakan 1 bagian bahan pemutih untuk 99 bagian air ledeng dingin (pengenceran 1:100) untuk disinfeksi permukaan,” kata peneliti kimia Joddy Laksmono.

Untuk penggunaannya juga harus diperhatikan, setelah diencerkan dalam waktu 10-60 menit baru bisa mendisinfeksi. selain itu Menurut Environmental Protection Agency (EPA) agar optimal setelah disemprot biarkan dulu 10 menit. Namun jika ingin yang alami, bisa juga kok menggunakan cuka sebagai pengganti cairan pmutih.