Malam Takbiran, Ini Beda Jakarta dengan Surabaya

Aktivitas takbir keliling memang sudah menjadi budaya bagi setiap daerah di Indonesia. Namun gegara COVID-19, masyarakat harus rela kehilangan sejenak kemeriahan malam jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri. Benarkah semua daerah tak melakukan takbir keliling?

Dilansir dari laman CNNIndonesia.com, di Jakarta, tidak nampak di sekitar kawasan Jakarta Pusat, jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Sabtu (23/5) malam.

Referensi pihak ketiga

Sejak pukul 19.00 WIB hingga pukul 21.30 WIB tidak nampak takbir keliling di kawasan Gambir, Tanah Abang, dan Menteng. Padahal tiga kecamatan ini tahun lalu gencar diadakan takbir keliling.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau warga untuk menggaungkan takbir di rumah masing-masing dan tak menggelar takbir keliling. Hal ini terkait dengan masih berlakuknya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mengurangi penularan Covid-19 akibat infeksi virus corona.

Tahun lalu, takbir keliling di Kecamatan Tanah Abang digelar mulai dari Jalan KH Mas Mansyur dengan menggunakan bus. Namun pada tahun ini, hanya terlihat beberapa pedagang petasan, pedagang bedug, hingga  anak-anak yang bermain petasan di jalanan itu. Sesekali, anak-anak tersebut terdengar mengumandangkan takbir bersaut-sautan.

Begitu juga dengan situasi di Kecamatan Gambir dan Kecamatan Menteng, lalu lintas nampak lancar karena tidak ada takbir keliling yang dilakukan.

Meski tidak ada takbir keliling, sejumlah masjid terdengar mengumandangkan suara takbir lewat pengeras suara. Selain itu, di beberapa titik juga ramai suara petasan yang meletus bersahut-sahut. Petasan menjadi salah satu ‘tradisi’ anak muda di Indonesia di malam menyambut hari raya.

Referensi pihak ketiga

Bagaimana di Surabaya? kabarnya Walikota Risma sudah melarang warganya mengadakan takbir keliling. Faktanya?

Sejumlah warga Kota Surabaya tetap menggelar takbir keliling untuk menyambut hari raya Idulfitri 1441 Hijriah di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Pantauan CNNIndonesia.com di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto, ratusan orang berkerumun jalan kaki sambil membawa obor dan mengumandangkan kalimat takbir. Beduk yang mereka bawa ikut dipukul bertalu-talu.

Referensi pihak ketiga

Kami merayakan hari kemenangan umat Islam,” kata Muhibbin, salah satu perwakilan warga, Sabtu (23/5) malam. Mereka mengaku tak takut meski saat ini Kota Surabaya dilanda wabah corona. Muhibbin mengatakan mereka yakin dan berserah diri kepada Allah.”Yang penting yakin saja, Allah sudah menjaga kami,” ujarnya.

Terlihat banyak di antara mereka tidak menerapkan protokol kesehatan seperti tak menjaga jarak, bergerombol dan tidak mengenakan masker.

Ia pun mengaku sudah mengetahui anjuran pemerintah yang melarang warga melakukan takbir keliling di malam lebaran. Tapi dia berdalih, ini maunya masyarakat. 

Selain Risma, sebelumnya Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi juga telah melarang aktivitas takbir keliling karena sejumlah wilayah di Indonesia tengah menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk memutus penyebaran virus corona (Covid-19).

Sebenarnya menjaga diri sendiri, keluarga dan lingkungan tetap sehat adalah wujud syukur juga.