Terapkan Sekolah Sistem Daring, Bapak Ini Nekat Curi Laptop Demi Anak

sumber : Radar lampung

Rancah.com – Di masa pandemi seperti sekarang ini, semua sekolah mewajibkan para muridnya untuk belajar di rumah dengan sistem daring atau online.

Namun, ternyata kebijakan tersebut membuat banyak dari murid di Indonesia masih belum mampu untuk mencukupi kebutuhan online tersebut. Mulai dari laptop atau gadget yang digunakan, hingga kuota untuk kelas online.

Akibatnya, seorang bapak di Lampung nekat mencuri laptop demi kebutuhan sang anak agar bisa belajar online.

Mengutip dari laman Radar Lampung, seorang bapak yang bernama Hermansyah (44) nekat mencuri laptop milik Dedi (21) di kediamannya yang berada di Jalan M. Nur 1, Kampung Ari, Labuhanratu pada hari Jumat dua pekan lalu.

Pada mulanya ia membobol rumah Dedi yang sedang kosong tersebut dengan obeng dan batu.

“Malem sepi. Nggak ada orang. Saya buka gemboknya pake obeng sama batu. Dipukul-pukulin gitu dan kebuka. Terus, saya masuk,” ucap Hermansyahdi Mapolsekta Kedaton, Rabu (22/07/20).

Dalam aksinya tersebut, Hermansyah mengaku nekat melakukan hal tersebut agar sang anak dapat mengikuti kelas online. Anaknya baru masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sistem belajarnya online.

“Saya ambil, tapi tidak buat dijual. Laptopnya buat kebutuhan anak saya yang paling besar. Baru masuk SMP dan belajarnya online,” lanjut Hermansyah.

Hermansyah berhasil mengambil laptop, kamera, handphone, BPKB, dan STNK motor milik korban. Namun sayang, laptop yang menjadi target utamanya tidak dapat digunakan oleh anaknya.

Hermansyah terpaksa ditangkap oleh polisi setelah melihat rekaman CCTV di dekat rumah Dedi. Hermansyah pun ditangkap pada hari Sabtu (18/07/20).

Kepada Kapolsekta Kedaton AKP Rony Tirtana, Herman mengatakan bahwa ia baru pertama kali mencuri. Itu artinya, faktor ekonomi menjadi alasan pelaku melakukan aksi pencurian.

“Pengakuan yang bersangkutan, baru pertama kali ini (mencuri). Dengan alasan faktor ekonomi,” kata Rony Tirtana.

Meskipun niatannya baik namun cara yang dilakukan pelaku tetaplah salah. Untuk itu, Herman tetap akan menjalani proses hukum yang berlaku. Semoga dengan adanya kasus ini dapat menjadikan pelajaran untuk kita semua.

 

 

0