Sah! OMNIBUS LAW Undang-Undang Cipta Kerja Disahkan DPR

Rancah.com –  Polemik pro-kontra Omnibus law RUU Cipta Kerja yang selama ini bergulir akhirnya berakhir di dalam Rapat Paripurna DPR pada, Senin (5/10/2020). DPR Akhirnya mengesahkan RUU Cipta Kerja dan sudah SAH.

Pengesahan dilakukan langsung saat paripurna DPR dan ditandai dengan ketuk palu dari Wakil Ketua DPR Azis Syasuddin. Omnibus Law RUU Cipta Kerja terdiri atas 15 bab dan 174 pasal.

“Baleg bersama pemerintah dan DPD telah melaksanakan rapat sebanyak 64 kali: 2 kali rapat kerja, 56 kali rapat panja, dan 6 kali rapat timus/timsin yang dilakukan mulai Senin sampai Minggu, dimulai pagi hingga malam dini hari,” ujar Supratman.

“Bahkan masa reses tetap melakukan rapat baik di dalam maupun luar gedung atas persetujuan pimpinan DPR,” tutur dia.

Namun meskipun telah disahkan melalui Rapat Paripurna beberapa fraksi di DPR tetap ada yang menolak RUU Cipta Kerja tersebut. Seperti  Fraksi PKS dan Fraksi Partai Demokrat tetap menolak seluruh hasil pembahasan RUU Cipta Kerja.

Namun meskipun ada fraksi yang menolak, keputusan untuk disahkan tetap diambil karena sesuai keputusan rapat Mayoritas fraksi DPR dan Pemerintah memilih setuju, dan akhirnya memenuhi persyaratan pengambilan keputusan untuk disahkan.

Pemerintah yang diwakili Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan RUU Cipta Kerja diperlukan untuk meningkatkan efektivitas birokrasi dan memperbanyak lapangan kerja.

“Kita memerlukan penyederhanaan, sinkronisasi, dan pemangkasan regulasi. Untuk itu diperlukan UU Cipta Kerja yang merevisi beberapa undang-undang yang menghambat pencapaian tujuan dan penciptaan lapangan kerja. UU tersebut sekaligus sebagai instrumen dan penyederhanaan serta peningkatan efektivitas birokrasi,” ujar Airlangga.

Setelah pemaparan Airlangga, Azis Syamsuddin mengambil persetujuan pengesahan RUU Cipta Kerja. Ia menanyakan kesepakatan para peserta rapat paripurna.

“Apakah RUU Cipta Kerja dapat disetujui untuk disahkan menjadi undang-undang?” tanya Azis.

“Setuju,” jawab anggota yang hadir dalam Rapat paripurna.