TePI: Jangan Terlalu Percaya Pada Parpol Penolak UU Cipta Kerja

Rancah.com –  Ada dua partai besar yang menolak UU Cipta Kerja yakni PKS dan Demokrat bahkan dua partai ini mendapatkan banyak sanjungan sesaat setelah UU Cipta Kerja di sahkan. Namun, menurut TEPI (Komite Pemilih Indonesia) Jeirry Sumampow menyarankan agar masyarakat jangan terlalu cepat dan mudah untuk percaya kepada para partai yang menyatakan menolak UU Cipta Kerja. Menurut Koordinator TEPI Itu, penolakan itu cenderung hanya untuk cari panggung saja dan pencitraan.

Jeirry mengatakan bahwa jika memang benar-benar mereka menolak UU Cipta Kerja, mengapa tidak dari dulu secara getol mengatakan bahwa mereka menolak namun penolakan seperti terlihat ketika di ujung prosesnya saja.

“Kalau benar-benar menolak, kenapa tidak dari awal. Kenapa saat proses tidak ada suara, lalu diujung pas pengesahaan, baru menolak,” kata Jeirry dalam diskusi bertema Pilkada, Omnibus Law dan Kala Elite Golkar Menantang Tidak Dipilih di Jakarta, Minggu (11/10/2020).

Ia menambahkan bahwa sebuah perjuangan itu seharusnya harus benar-benar juru dan betul betul tulus. Tentu yang namanya perjuangan haruslah mengikuti semua proses yang dilalui, bukan hanya bertindak di ujung ketika proses itu akan berakhir, kemungkinan untuk hanya mengambil keuntungan dari gelombang penolakan dimasyarakat bisa terjadi.

“Jangan lekas percaya pada Parpol yang menolak karena bisa saja untuk pencitraan,” tegas Jeirry. Seperti diketahui, PKS dan Demokrat adalah dua partai yang menolak UU Cipta Kerja.

Tidak hanya soal partai, namun ia juga mengatakan hal yang sama kepada para kepala daerah yang berteriak setelah UU Cipta Kerja. Jeirry mengatakan itu bisa saja hanya cari panggung.

Dia juga menilai sama terhadap para kepala daerah yang melakukan penolakan. Tindakan tersebut juga bentuk pencitraan karena hanya berteriak di ujung.

“Kalau mau dari awal, saat RUU mulai dibahas. Kasih masukan ke pemerintah pusat atau DPR. Bukan saat marak unjuk rasa baru turun. Itu cari panggung namanya,” tutur Jeirry.