WHO Setuju Beri Bantuan Pengadaan Vaksin Covid-19 Untuk Indonesia

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi Dalam Jumpa Pers Daring. Foto : Dok. Kemlu RI

 

Dalam jumpa pers daring pada Jumat (16/10/2020) kemarin, Menteri Luar Negeri RI, Reetno Marsudi mengatakan, bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan setuju dalam membantu ketersediaan vaksin Covid-19 untuk Indonesia.

 

Dalam pertemuan multilateral di Jenewa, Swiss beberapa waktu lalu, Retno menjelaskan bahwa Direktur Jenderal (Dirjen) WHO, Unicef, dan CEO Aliansi Vaksin Dunia (Gavi) Covax Facility milik WHO, bersama pemerintah Indonesia sebelumnya telah menjalin kerja sama strategis dalam pengelolaan vaksin dan penanganan pandemi Covid-19.

 

“Tujuan berbagai pertemuan antara lain terus menjalin konsultasi dan komunikasi secara intensif dengan berbagi organisasi tersebut, dalam pengelolaan vaksin Covid-19 dan kerja sama strategis lainnya,” ujar Retno, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (17/10/2020).

 

Selain itu, Retno juga menyampaikan terkait keinginan Indonesia menjadi bagian dari Covax Advance Market Commitment (Covax AMC) untuk membantu pengembangan dan distribusi vaksin Covid-19. Retno menilai, bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk mengamankan vaksin Covid-19. Kendati demikian, pihaknya selalu menekankan akan pentingnya keamanan dan efikasi dari vaksin Covid-19 tersebut.

 

“Dalam proses pengembangan vaksin ini terbilang cukup rumit. Bahkan, selalu ada risiko dan ketidakpastian dalam proses pengembangannya. Oleh karena itu, dalam pertemuan-pertemuan tadi, Indonesia juga menyampaikan mengenai upaya yang telah dilakukan untuk mengamankan vaksin, serta selalu menekankan pentingnya keamanan dan efikasi dari vaksin Covid-19,” jelas Retno.

 

Secara khusus, pemerintah Indonesia juga menyampaikan surat yang berisi keinginan untuk bergabung dalam pengembangan vaksin Covid-19 dengan Covax AMC. Diketahui pada 18 September lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mendapatkan surat dari Gavi berisi kelayakan Indonesia menerima Official Development Assistance atau ODA dalam pengembangan vaksin yang dilakukan oleh Covax AMC.

 

Dalam surat tersebut, Retno mengatakan, bahwa Gavi juga turut mengharapkan adanya kerja sama yang terjalin dengan pemerintah Indonesia dalam penanganan pandemi Covid-19.

 

“Dan sebagai tindak lanjut surat tersebut, Indonesia secara resmi dalam pertemuan tadi menyampaikan, surat berisi expression of interest Indonesia untuk bergabung dalam Covax AMC. Semua detail penyediaan vaksin multilateral ini tentunya masih terus dibahas bersama,” kata Retno.

 

Bahkan, Retno menuturkan jika pihaknya telah menyampaikan surat expression of interest ini kepada WHO. Adapun dalam pertemuan pemerintah Indonesia dengan WHO, Retno kembali menekankan mengenai dukungan multilateral dalam pengembangan vaksin Covid-19 tersebut.

 

“Dalam hal ini, Indonesia juga turut menekankan peningnya semua negara dunia untuk memperkuat solidaritas antar negara agar bisa mengatasi pandemi ini secara bersama dan segera,” tuturnya.