Akhir November Mendatang, AS Berpeluang Punya Dua Vaksin Covid-19

Ilustrasi Vaksin Covid-19. Foto : iStockphoto

 

Pada akhir bulan November mendatang, Negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS) berpeluang memiliki dua vaksin Covid-19 yang sudah siap edar. Dikarenakan, dua perusahaan diperkirakan telah mengajukan persetujuan darurat untuk vaksin Covid-19 bulan depan.

 

Perusahaan pertama yang mengajukan persetujuan tersebut yakni Pfizer. Pihaknya berharap dapat mengedarkan vaksinnya setelah data terkait keamanan vaksin tersedia pada pekan ketiga November. Tepatnya, yakni beberapa minggu setelah pemilihan presiden AS.

 

“Dengan asumsi data positif, Pfizer akan mengajukan Izin Penggunaan Darurat di AS secepatnya setelah batas keamanan tercapai pada pekan ketiga November,” ujar CEO Pfizer Albert Bourla dalam surat terbuka, seperti dikutip dari laman AFP, Sabtu (17/10/2020).

 

Kemudian, perusahaan kedua yang juga mendapat persetujuan yakni perusahaan biotech Moderna. Perusahaan ini juga menargetkan dapat mengantongi izin pada 25 November mendatang.

 

Sebagai informasi, kedua perusahaan yang didirikan oleh pemerintah AS itu menargetkan, bahwa pada akhir tahun ini mereka bisa mengedarkan puluhan juta dosis vaksin Covid-19 di AS.

 

Terlepas dari itu semua, para ahli turut mengingatkan, bahwa meskipun vaksin telah disetujui, peredaran secara luas dianggap akan membutuhkan waktu selama berbulan-bulan. Bahkan, vaksin kemungkinan tidak bisa menggantikan penerapan protokol kesehatan. Di antaranya seperti penggunaan masker dan jaga jarak untuk mencegah penyebaran Covid-19.

 

“Kalau saya rasa kita perlu hati-hati dan memahami bahwa vaksin bukan peluru ajaib,” ujar Dokter Penyakit Infeksi Mayo Clinic, Priya Sampathkumar.

 

Saat ini, AS sendiri tengah menghadapi gelombang ketiga virus Covid-19. Menurut data Universitas John Hopkins, per Jumat (16/10/2020) kemarin, jumlah kasus positif Covid-19 di AS telah menembus 8 juta kasus. Angka ini menjadi angka kasus tertinggi di dunia. Dimana, sebanyak 218 ribu pasien di antaranya dinyatakan meninggal dunia.