Faisal Basri Sebut Indonesia Lebih Diuntungkan Jika Donald Trump Kembali Terpilih Sebagai Presiden AS

Ilustrasi Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020. Foto : REUTERS via BBC INDONESIA

 

Jika Donald Trump kembali terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat (AS), Ekonom senior Indef, Faisal Basri menilai bahwa Indonesia akan merasa diuntungkan. Namun, jika Joe Biden yang terpilih, maka Indonesia akan terkena dampaknya.

 

“Wah kalau ini saya enggak suka jawabannya, kalau Donald Trump menang itu lebih menguntungkan buat Indonesia,” ujar Faisal dalam webinar, seperti dikutip dari laman kompas.com, Kamis (5/11/2020).

 

Seperti diketahui, bahwa Joe Biden diusung oleh Partai Demokrat. Berbeda dengan Donald Trump yang diusung oleh Partai Republik. Kebijakan Joe Biden dalam urusan bilateral, dinilai Faisal akan lebih rumit ketimbang kebijakan Trump.

 

“(Partai) Demokrat itu kalau mau ngasih banyak banget syaratnya, human rights-lah, itu lah. Beda kalau partai Republik ini kan kerjanya (memberikan) stimulus, cetak uang, sehingga dollar AS turun, merosot, rupiah-nya menguat tanpa kita usaha,” kata Faisal.

 

Menurut perkiraan Faisal, karakteristik presiden yang diusung Partai Demokrat akan menekan defisit dan menaikkan pajak bagi orang kaya di Amerika Serikat. Hal inilah yang membuat ekonomi negeri Paman Sam itu akan lebih kuat lagi.

 

“Ini artinya strength dollar AS karena defisitnya turun. Nah akibatnya rupiahnya tentu saja melemah. Jadi faktor eksternalnya yang bersifat heksogen itu dari AS very unfortunate,” ungkapnya.

 

Selain itu, Faisal menyebut jika presiden AS berasal dari Partai Demokrat, maka ekonomi Indonesia akan terganggu. Hal ini seperti yang pernah terjadi di saat tahun 1998 lalu. Tepatnya di jaman Presiden Soeharto.

 

“Inget enggak pas Pak Soeharto jatuh? itu kan Presidennya Partai Demokrat. Nah kalau republik yang penting bisnis, perusahaan minyaknya diminta dikasih fasilitas, freeportnya jangan diganggu, yang gitu-gitu dan GSP dikasih,” ujarnya.