Terpilih Jadi Presiden, Puluhan Juta Pengangguran di AS Jadi PR Besar Buat Joe Biden

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden. Foto : DW (News)

 

Secara resmi, Joe Biden akhirnya terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih 2020 yang akan melenggang ke Gedung Putih. Dalam jabatan yang baru diembannya ini, dia pun akan mendapatkan sejumlah PR yang harus diselesaikan.

 

Seperti dikutip dari laman detik.com, Selasa (10/11/2020), salah satu PR yang perlu diselesaikan Joe Biden yakni mengenai pasar tenaga kerja AS. Dimana, ada sekitar 22 juta orang yang saat ini telah kehilangan pekerjaan lantaran lockdown pandemi Covid-19. Bulan Oktober lalu, dilaporkan bahwa pekerjaan yang hilang ada sekitar 10 juta pekerjaan dengan tingkat pengangguran di 6,9%.

 

Selain itu, jutaan pekerja sejauh ini juga bergantung pada program tunjangan pemerintah yang dibuat selama krisis. Apabila nantinya tingkat pengangguran kian melonjak, maka bisa diprediksikan akan membutuhkan waktu lama untuk bisa memulihkannya.

 


Ekonom Goldman Sachs (GS), Joseph Briggs dalam laporan akhir pekan lalu juga memperkirakan, bahwa tingkat pengangguran akan turun menjadi 6,6% pada akhir tahun. Namun, Federal Reserve justru mengatakan bahwa pasar tenaga kerja sulit pulih bahkan hingga 2024, tepat pada akhir jabatan Joe Biden. Briggs memperkirakan, bahwa tingkat pengangguran 3,9% di atas tingkat pra-pandemi pada akhir 2024.

 

Diketahui, pasar tenaga kerja AS sempat berada dalam posisi yang sangat kuat sebelum adanya pandemi Covid-19 menghantam. Bahkan, tingkat pengangguran di negeri Paman Sam itu juga mendekati level terendah dalam 50 tahun sebesar 3,5% pada Februari tahun lalu.

 

Briggs mengatakan, pemerintahan Biden diharuskan untuk bekerja cepat dalam mendukung pengangguran dan bisnis yang masih dirugikan. Sementara itu, Biden mengatakan bahwa dia akan memperpanjang program asuransi pengangguran pandemi dan memberikan sejumlah dukungan fiskal lebih lanjut untuk bisnis.

 

Lebih lanjut Briggs juga memprediksikan, bahwa pasar tenaga kerja akan pulih. Hal ini lantaran sejumlah perusahaan seiring berjalannya waktu akan menarik pekerja lagi. Selain itu, lowongan pekerjaan baru juga akan tetap tersedia ke depannya. Dan tentunya, tenaga kerja yang telah terkena PHK juga nantinya akan kembali bekerja.