Resmi Jadi Presiden AS, Joe Biden Janji Akan Cabut Larangan Muslim Masuk AS

Presiden AS Terpilih 2020, Joe Biden. Foto : Shutterstock

 

Dalam pernyataannya, Joe Biden menyatakan bakal mencabut larangan pelancong dari 13 negara, 7 di antaranya negara mayoritas Muslim setelah dirinya terpilih sebagai presiden Amerika Serikat dalam pemilu 2020.

 

Dikutip dari laman dream.co.id, Selasa (10/11/2020), kebijakan yang terbilang kontroversial itu mula diperkenalkan pertama kali pada era Presiden Donald Trump, tepatnya pada 2018. Akan tetapi, negara-negara yang dikenakan pembatasan masuk telah berubah selama bertahun-tahun.

 

Bahkan, adanya larangan itu dapat dengan mudah dibatalkan lantaran dikeluarkan atas perintah eksekutif dan proklamasi presiden. Meski demikian, tuntutan hukum dari kaum konservatif dapat menunda proses tersebut.

 

“Sebagai presiden, saya akan bekerja sama dengan Anda untuk merobek racun kebencian dari masyarakat kita untuk menghormati kontribusi Anda dan mencari ide-ide Anda. Pemerintahan saya akan terlihat seperti Amerika dengan Muslim Amerika melayani di setiap tingkatan. Pada hari pertama, saya akan mengakhiri larangan Muslim inkonstitusional Trump,” kata Joe Biden.

 

Seperti diketahui, bahwa Trump sebelumnya pernah memberlakukan pembatasan perjalanan yang sering disebut oleh para kritikus sebagai “larangan Muslim”. Melalui serangkaian perintah eksekutif, Trump kemudian memilih Iran, Libya, Somalia, Suriah, dan Yaman. Hal ini tak lantas langsung memicu kritik bahwa tindakan tersebut merupakan diskriminasi agama yang melanggar hukum.

 

Tak disangka, Trump justru malah memperluas larangan untuk memasukkan Venezuela dan Korea Utara. Selain itu, dia juga menambahkan Nigeria, Sudan, Myanmar dan tiga negara lain ke dalam daftar.

 

Ucapan selamat untuk kemenangan Joe Biden pada hari Sabtu juga turut disampaikan oleh Council on American-Islamic Relations (CAIR), organisasi advokasi dan hak-hak sipil Muslim terbesar di AS. Mereka juga mengingatkan kepada Biden untuk menepati janji pemilihannya saat pemilu.

 

“Presiden terpilih Biden telah berjanji untuk mengakhiri Larangan Muslim pada hari pertamanya menjabat, termasuk Muslim di setiap tingkat pemerintahannya dan mengatasi masalah diskriminasi rasial dan agama. Kami berencana untuk bergabung dengan para pemimpin dan organisasi Muslim Amerika lainnya untuk memastikan bahwa pemerintahan Biden memenuhi janji-janji ini. Kami juga berencana untuk terus meminta pertanggungjawaban pemerintah kami jika terjadi kesalahan,” kata direktur eksekutif nasional CAIR, Nihad Awad.