Presiden China Beri Peringatan Keras Untuk Jack Ma

Pengendali Raksasa Fintech, Jack Ma. Foto : Getty Images

 

Penjualan saham perdana atau IPO Ant Financial, raksasa fintech yang dikendalikan Jack Ma, baru-baru ini langsung dibatalkan oleh Presiden China, Xi Jinping. Sikap yang diambil pemimpin tertinggi China tersebut, tentu menjadi peringatan keras untuk Jack Ma.

 

Seperti dikutip dari laman detik.com, Senin (16/11/2020), adanya penundaan IPO Ant Financial yang diprediksi memecahkan rekor terbesar itu, dilaporkan lantaran menuai kritik keras Jack Ma pada regulator keuangan China. Dimana, ia menyebut bahwa sistem bank dan keuangan China menghambat inovasi dan dikuasai oleh orang-orang tua. Tentu saja hal itu membuat pemerintah China naik pitam.

 

“Tampaknya bahwa, disengaja atau tidak, Ma secara terbuka menentang dan mengkritik pendekatan pemerintah China pada regulasi keuangan,” ungkap direktur riset di Gavekal Research Limited, Andrew Batson.

 

Dilansir dari Business Insider, Xi disebut juga tidak begitu menyukai bisnis swasta raksasa yang terlalu banyak meraup kekayaan dan kekuasaan di China. Hal ini lantaran bisa menjadi penantang bagi otoritas.

 

Terlebih lagi, pemerintah China sebenarnya sudah lama mulai mengawasi perusahaan swasta dengan ketat, sejak tahun 2018. Jika biasanya Jack Ma dapat melenggang mulus, namun kini untuk pertama kalinya ia menemukan ganjalan besar dengan tertundanya IPO Ant Financial.

 

Sebagai informasi, pemerintah China kini memang sedang mencoba membuat mata uang digital dan sistem pembayaran elektronik sendiri. Dikarenakan, adanya kekhawatiran mengenai layanan Ant Financial sampai kepunyaan Tencent yang memiliki pangsa pasar dan terlalu dominan.

 

Di samping itu, beberapa bank juga mengajukan komplain karena perlakuan yang dianggap tidak adil. Apalagi, mereka diatur dengan sangat ketat dan Ant di bawah komando Jack Ma terkesan bisa melakukan apapun semau sendiri. Bahkan, tak sedikit netizen China yang turut berkomentar. Dimana, sebagian besar dari mereka menyarankan agar Jack Ma lebih hati-hati.

 

“Inilah waktunya bagi Jack Ma untuk terbangun, lebih banyak mendengar dan kurangi bicara,” tulis seorang netizen.

 

“Situasi ini mengirimkan sinyal pada pemain teknologi besar agar mereka tidak menjadi terlalu besar dan bahwa partai masih berkuasa,” kata pengamat dari Trivium China, Kandrea Schaefer.

 

Terkait masalah yang menimpanya ini, Jack Ma sendiri masih belum muncul ataupun memberikan komentar. Ada kemungkinan bahwa dia sedang berpikir masa-masak untuk mengambil langkah selanjutnya terkait apa yang harus dilakukannya setelah mendapatkan ‘kartu kuning’.