Donald Trump Serang Media Dan Beri Dukungan Untuk Pendukungnya Yang Turun ke Jalanan AS

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.  Foto : AP

 

Aksi para pendukungnya yang memilih untuk turun ke jalanan Amerika Serikat (AS) dan menyalahkan media, turut didukung Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Adapun aksi pendukung garis keras Trump tersebut, diketahui lantaran aksi memprotes dugaan kecurangan di pilpres AS.

 

Seperti dilansir dari laman AFP, Senin (16/11/2020), ada setidaknya 10.000 orang pendukung Trump yang turun ke jalan. Terlihat di antara para pendemo, hanya sedikit orang yang memakai masker.

 

Dalam aksi protes tersebut, mereka berkumpul di Freedom Plaza kota sebelum berbaris menuju Mahkamah Agung dan mengibarkan bendera yang mengingatkan pada kampanye-kampanye Trump. Diketahui, massa aksi menginginkan agar Trump menjadi Presiden AS lagi selama satu periode, empat tahun.

 

“Presiden Trump pantas untuk melihat siapa yang ada di belakangnya, dia pantas untuk merasakan cinta,” kata Kris Napolitana, dari Baltimore.

 

Menurutnya, Trump diyakini akan menang pilpres AS apabila memang benar terjadi kecurangan dan penipuan ditemukan.

 

“Saya yakin dia akan menang ketika semua penipuan dan kecurangan ditemukan,” ungkapnya.

 

Dalam aksi tersebut, kelompok milisi sayap kanan, Proud Boys juga turut hadir. Aksi protes ini membuat pasukan keamanan dalam jumlah yang besar turut dikerahkan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya bentrok dengan acara anti-Trump di luar Mahkamah Agung.

 

Tampak dalam aksi tersebut, bahwa sekelompok pengunjuk rasa berdiri di dekatnya dan beberapa berteriak tentang keadilan sosial dan pendukung Trump tidak mengenakan masker. Bahkan, ada juga sejumlah perkelahian, namun tidak ada kekerasan besar yang dilaporkan.

 

Di pihak lain, polisi Washington menyebut telah ada 10 penangkapan menjelang sore. Terutama empat penangkapakan lantaran terjadi pelanggaran senjata api. Sementara satu penangkapan dilakukan lantaran penyerangan terhadap seorang petugas polisi, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

 

Mendapati aksi protes yang dilakukan para pendukungnya tersebut, Donald Trump kemudian ikut berkomentar. Diketahui, tanggapan Trump itu awalnya muncul usai jurnalis Mollie Hemingway mengunggah foto aksi pendukung Trump di Twitter. Dimana, Mollie menyebut bahwa media justru memusuhi pendukung Trump. Dan selanjutnya, Trump meretweet cuitan itu sembari menyerang media.

 

“Terima kasih Mollie. Pers yang Bebas dan Adil telah hilang di negara kita. Mereka hanya menulis tentang apa yang ingin mereka tulis. PENEKANAN!” ujar Trump dalam cuitannya.

 

Di samping itu, Trump juga menyebut bahwa aksi pendukungnya itu tidak menjadi bahasan di media. Dia menilai, aksi tersebut tidak dimobilisasi secara khusus atau organik.

 

“Fake News Media bahkan hampir tidak membahas puluhan ribu orang yang datang ke Washington DC dibentuk secara organik, dan di banyak bagian Negara!” tulis Trump dalam cuitan selanjutnya.