Home Berita Internasional Ramai Isu 1 Menit, Kemlu Ungkap Alasan Durasi Pertemuan Jokowi dengan Abe...

Ramai Isu 1 Menit, Kemlu Ungkap Alasan Durasi Pertemuan Jokowi dengan Abe Singkat

618
Presiden Jokowi di KTT G20 Osaka Jepang / Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Rancah.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah memastikan isu ‘Jokowi pidato 1 menit’ di KTT G20 tidak benar. Namun ada pula netizen yang menyoroti mengenai pertemuan ‘1 menit’ ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu PM Jepang Shinzo Abe.

Untuk sorotan yang kedua ini, Kemlu punya penjelasan mengapa pertemuan kedua pemimpin negara itu begitu singkat.

Isu ini awalnya muncul dari beredarnya cuplikan acara TV di Jepang yang membahas KTT G20. Salah satu pembawa acara menampilkan papan berisi bendera negara-negara G20 dan durasi waktu. Dia lalu menunjukkan bendera Indonesia dan tulisan durasi 1 menit.

Ada netizen yang mengunggah video itu dengan komentar bahwa pidato Jokowi di KTT G20 hanya 1 menit. Ada pula netizen yang mengoreksinya dengan menyebut bahwa cuplikan itu sebenarnya membahas durasi pertemuan PM Abe dengan pemimpin negara G20.

Baca :   Kecoak Menempel di Baju Presiden Filipina saat Pidato

Lalu, benarkah pertemuan Jokowi dan PM Abe di KTT G20 hanya berdurasi singkat?

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Febrian Ruddyard, mengatakan bahwa durasi pertemuan bilateral Jokowi-Abe tidak lama. Dia lalu menjelaskan penyebabnya.

“Betul hanya sebentar, tapi ada sebabnya yaitu sebagai berikut: Sebenarnya PM Abe dan Presiden Jokowi sepakat untuk melakukan pembicaraan bilateral pada tanggal 27 Juni 2109 sore hari. Namun mengingat ada kegiatan yang terkait dengan MK, Bapak Presiden Jokowi baru bisa berangkat ke Osaka tanggal 27 Juni malam dan tiba tanggal 28 Juni pagi dan langsung menuju acara G20,” kata Febrian, Selasa (2/7/2019).

Baca :   Waketum Gerindra Mundur dari Calon Anggota BPK

Sebagian besar pertemuan bilateral antara pemimpin negara peserta KTT G20 dan PM Abe dilakukan pada 27 Juni 2019. Itu karena PM Abe harus memimpin KTT G20 pada 28-29 Juni 2019. “Presiden tiba di Osaka 28 Juni pagi, hanya beberapa jam sebelum KTT mulai. Sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Jepang,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, beberapa jadwal pertemuan harus disesuaikan lagi termasuk antara Jokowi dan Abe. Febrian mengatakan meski pertemuan keduanya hanya berdurasi singkat, tapi ada dua pesan utama yang menjadi pembahasan.

Baca :   Berkunjung ke Bunaken, Jokowi Gelar Rapat Kabinet di Atas Kapal

“Dua message utama yang dibahas Presiden dan PM Jepang adalah mengenai general review IJEPA (Indonesia-Jepang dalam Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement) dan RCEP (Regional. Comprehensive Economic Partnership),” jelas Febrian.

Sehari sebelumnya yaitu pada 27 Juni 2019, Menlu RI Retno Marsudi adalah menlu pertama yang melakukan pertemuan bilateral dengan menlu Jepang. Pertemuan berdurasi 1 jam itu membahas berbagai isu bilateral.

Febrian juga menegaskan isu yang menyebutkan Jokowi hanya pidato 1 menit tidak benar. Jokowi berpidato 2 kali dengan durasi lebih dari semenit.

“Durasi pidato ini sudah ditentukan oleh Jepang sebagai ketua sidang untuk memastikan bahwa semua kepala negara memperoleh waktu yang sama untuk sampaikan pidato,” ungkapnya.

Sumber: Detik.com



Loading...
Komentar Anda