Kabar Gembira, Kongo Umumkan Wabah Ebola Telah Berakhir

Ilustrasi Petugas Medis di Kongo. Foto : AFP

 

Pada Rabu (18/11/2020) kemarin, Republik Demokratik Kongo (DRC) mengumumkan kabar gembira bahwa wabah Ebola telah berakhir. Adapun pengumuman ini telah menandai bahwa wabah di wilayah utara provinsi Equateur yang sudah menewaskan 55 orang selama hampir enam bulan tersebut, akhirnya bisa diatasi.

 

Seperti dikutip dari laman AFP, Kamis (19/11/2020), DRC diketahui telah mengalami penyebaran Ebola sebanyak 11 kali sejak 1976,. Dimana, wabah terakhir kali ini kembali merebak pada 1 Juni. Menurut catatan WHO, wabah terbaru telah menginfeksi sebanyak 119 orang dengan angka kematian sebanyak 55 orang.

 

“Saya dengan senang hati mengumumkan berakhirnya epidemi virus Ebola ke-11,” kata Menteri Kesehatan DRC, Eteni Longondo.

 

Diketahui, DRC mengumumkan kabar ini setelah pihaknya tidak lagi mendata infeksi baru selama 42 hari, dua kali lipat waktu inkubasi Ebola. Sebelumnya, wabah di Equateur itu sempat merebak saat penanganan Ebola masih dilakukan di wilayah timur.

 

Dijelaskan oleh Longondo, bahwa wabah terjadi di area sungai dan danau. Yang mana, tingkat keterpencilannya dapat memicu risiko adanya penyebaran ke provinsi lain serta Republik Kongo yang berdekatan.

 

“Masih ada risiko tinggi kebangkitan kembali, dan ini seharusnya menjadi sinyal alarm untuk memperkuat sistem pemantauan,” katanya.

 

Kabar ini bahkan telah disambut baik oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat. Menurut CDC, hal ini merupakan pencapaian luar biasa, terutama pada saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Dikatakan oleh Doctors Without Borders (MSF), bahwa pendekatan desentralisasi yang fokus pada komunitas, memiliki vaksin berlisensi, dan opsi pengobatan terbaru telah membuat petugas kesehatan lebih siap melawan Ebola dari sebelumnya.

 

Sebagai informasi, bahwa wabah Ebola di area timur DRC telah terjadi sejak 1 Agustus 2018 hingga 25 Juni 2020. Wabah ini merupakan yang terparah sebab menyebabkan 2.277 kematian. Bahkan, catatan kematian itu terbesar kedua sepanjang 44 tahun perjalanan wabah Ebola. Dan virus ini sudah menewaskan 11.300 orang pada 2013-2016 di Afrika Barat.