Demi Buat Toilet Masa Depan, Bill Gates Rela Keluarkan Dana Triliunan

Pendiri Microsoft, Bill Gates. Foto : AFP

 

Demi membuat toilet masa depan, pendiri Microsoft, Bill Gates pada 2018 silam rela menginvestasikan uang sebesar US$4,8 juta atau sekitar Rp 67,2 miliar. Adapun uang tersebut diserahkan kepada London School of Hygiene & Tropical Medicine melalui Bill & Melinda Gates Foundation untuk membuat teknologi toilet futuristik itu.

 

Seperti dilansir dari laman Business Insider, Jumat (20/11/2020), Bill Gates pun mengatakan, bahwa tahun ini ia siap untuk mengeluarkan uang tambahan sebesar US$200 juta atau sekitar Rp 2,8 triliun untuk mengembangkan toilet generasi mendatang. Dimana, toilet tersebut nantinya dapat beroperasi tanpa sistem saluran pembuangan mainframe.

 

Dalam sebuah acara Reinvented Toilet, Gates bahkan juga membawa contoh feses manusia yang ditaruh di dalam gelas kaca berukuran sedang. Dia juga turut menjelaskan mengenai maksud dibawanya feses manusia tersebut.

 

“Anda mungkin menebak yang apa yang ada di gelas kima ini, dan ya Anda benar ini kotoran manusia. Kotoran dalam jumlah kecil ini dapat mengandung sebanyak 200 triiliun sel rotavirusm, 20 miliar bakteri Shigella, dan 100 ribu telur cacing parasit,” kata Gates.

 

Gates mencatat, bahwa mikroba ini menyebabkan penyakit yang dapat membunuh hampir 500 ribu anak di bawah usia lima tahun setiap tahunnya. Oleh karena itu, Gates menyebut bahwa toilet futuristik yang ia kembangkan ini nantinya tidak membutuhkan air atau saluran pembuangan.

 

Bahkan, toilet canggih itu dirancang menggunakan bahan kimia untuk mengubah kotoran manusia menjadi pupuk. Dimana, pispot ini memiliki ‘air poo’ yang dapat mengubah limbah menjadi H2O yang bisa diminum. Selain itu, toilet ini juga bekerja dengan memisahkan limbah cair dan padat.

 

“Toilet saat ini hanya mengirim limbah ke dalam air, sedangkan toilet ini tidak memiliki saluran pembuangan. Mereka mengambil cairan dan zat padat dan melakukan pekerjaan kimia di dalamnya, termasuk membakarnya dalam banyak kasus,” tutur Gates.

 

Di samping itu, Gates pun turut membandingkan perubahan dari toilet tradisional ke model tanpa air. Yakni sama dengan pengembangan dalam komputasi sekitar waktu ia mendirikan Microsoft pada pertengahan tahun 1970-an. 

 

“Secara otomatis, kita bisa melakukan pemrosesan kimia ini di tingkat rumah tangga,” katanya.

 

Dan baru-baru ini, perusahaan Tiger Toilets dikabarkan telah menerima US$170 ribu atau Rp 2,3 miliar untuk pengujian awal di India, Myanmar, dan Uganda dari USAID.