Terbaru Meksiko Catat Angka Kematian Covid-19 100 Ribu

Ilustrasi Foto : AP

 

Angka kematian akibat virus Covid-19, baru-baru ini dilaporkan Meksiko sebanyak 100 ribu orang. Angka ini menjadikan negara tersebut menempati posisi keempat yang menyentuh level ini setelah Amerika Serikat, Brasil, dan India.

 

Seperti dilansir dari laman AFP, Sabtu (21/11/2020), jumlah kematian Covid-19 di seluruh dunia menurut data per 21 November, mencapai 1.360.914 orang sejak pandemi meluas dari China pada Desember 2019. Adapun negara dengan catatan kematian terbanyak adalah AS sebanyak 259.886 orang, Brasil sebanyak 168.061 orang, India sebanyak 131.578 orang, Meksiko sebanyak 100.104 orang, dan Inggris sebanyak 54.775 orang.

 

Dalam mengatasi pandemi Covid-19, Meksiko terus mengalami masa sulit. Terlebih lagi, otoritas kesehatan setempat sudah memperingati sejak Oktober tentang kemunduran dan peningkatan kasus positif bersamaan dengan jumlah kematian dari berbagai daerah.

 

Selain itu, kontrol pandemi di Meksiko juga dinilai tidak berjalan mulus. Hal ini terlihat bahwa dari 21 September hingga 12 November, pada pekan terakhir periode itu pertumbuhan kasus baru lompat nyaris 50 persen.

 

Terhitung ada lebih dari 7.600 kasus harian terekam pada 11 November. Sehingga menjadikan tanggal tersebut, sebagai salah satu tanggal terburuk semasa musim panas, yakni setelah negara merelaksasi lockdown.

 

Dibandingkan dengan negara lainnya di seluruh dunia, Meksiko merupakan salah satu negara dengan rasio tes Covid-19 yang rendah. Pasalnya, tes di negara ini dikatakan sangat mahal dan sulit didapat. Terlebih lagi, Meksiko juga dikatakan tidak melakukan tes Covid-19 secara luas.

 

Diketahui, bahwa salah satu wilayah di Meksiko dengan kasus paling banyak, adalah di Mexico City. Dimana, wilayah itu telah melakukan upaya untuk menahan laju penyebaran Covid-19. Bahkan, Walikota Claudia Sheinbaum juga telah berulang kali mengatakan akan memaksa kota kembali ke status ‘red alert’.

 

Sementara itu, otoritas Mexico City pada Jumat (20/11/2020) juga diberitakan telah mengumumkan untuk memberlakukan pelarangan penjualan alkohol untuk mendukung penanggulangan menjelang penerapan lockdown. Di samping itu, Pemerintah Meksiko juga sudah memberlakukan lockdown sejak akhir Maret, kemudian mulai melonggarkannya pada Juni.