Heboh Keponakan Pemimpin Korut Kim Jong Un Dilaporkan “Menghilang” Usai Bertemu CIA

Keponakan Pemimpin Korea Utara, Kim Han Sol. Foto : Rex Features

 

Usai bertemu dengan CIA, keponakan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un yang dikenal kaya dilaporkan menghilang. Diketahui, Kim Han Sol merupakan anak dari Kim Jong Nam, kakak tiri Kim Jong Un yang tewas di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2017 karena racun saraf. Pemuda berusia 25 tahun itu, dikabarkan berada dalam perlindungan usai menyerahkan diri kepada badan intelijen AS itu.

 

Seperti dikutip dari laman kompas.com, Minggu (22/11/2020), pemberitaan media AS New Yorker melaporkan, bahwa Kim Han Sol sempat bersembunyi setelah mendapatkan bantuan dari kelompok bernama Free Joseon. Diungkapkan oleh pemimpin organisasi itu, Adrian Hong, bahwa selama hidupnya dia belum pernah bertemu dengan pemuda yang membawa begitu banyak uang. Bahkan, Hong mendeskripsikan keponakan Kim Jong Un sebagai pemuda dengan “uang segepok dan memakai sepatu Gucci”.

 

Jika dilihat dari gambar yang diyakini adalah Kim Han Sol, memerlihatkan bahwa dia mengenakan sejumlah setelan dan anting mewah, termasuk jas dari Armani. Hong menyebut, bahwa ayah Han Sol yang merupakan putra tertua pemimpin kedua Korea Utara Kim Jong Il, juga membawa setumpuk uang selama hidup. Bahkan, keluarga penguasa Kim dikabarkan punya kekayaan yang tiada tara. Seperti misalnya istana, yacht, hingga armada mobil mewah.

 

Di sisi lain, Kim Jong Un sendiri dilaporkan menjalani pendidikan di Swiss dan dipercaya hidup dalam kemewahan sementara rakyatnya menderita kelaparan.
Dengan kekayaannya tersebut, Han Sol disebutkan bisa menyembunyikan dirinya dibantu oleh CIA setelah sang ayah terbunuh di Malaysia. Hong juga mengklaim, bahwa kelompok Free Joseon mengekstradisi keponakan si diktator di kediamannya di Makau, yang masuk ke dalam wilayah China.

 

Lebih lanjut, Hong menceritakan bagaimana Han Sol langsung meneleponnya usai menyadari bahwa polisi yang selama ini menjaga rumahnya menghilang. Lantaran takut nyawanya terancam, Han Sol kemudian menghubungi Free Joseon di mana dia mengutarakan keinginannya untuk “pergi dari Makau secepat mungkin”.

 

Dari kabar yang beredar, dia sempat bertemu dengan anggota organisasi yang didirikan pada 2013 di Taipei, Taiwan, sekitar dua hari setelah Kim Jong Nam tewas. Di tempat itu, Kim Han Sol seharusnya menaiki pesawat yang akan menerbangkannya ke ibu kota Belanda, Amsterdam, dimana dia akan mencari perlindungan.

 

Namun, dia tak pernah sampai di sana. Pasalnya, ada agen CIA yang mencegatnya di Taipei. Hingga Han Sol dibawa ke rumah aman untuk menjaga keselamatannya. Menurut Hong, ada kemungkinan jika Han Sol bersembunyi di negara lain. Akan tetapi, Hong mengaku jika dia membuat kesalahan dengan menyerahkannya ke intelijen AS.