Pengadilan Jatuhi Vonis Hukuman Penjara Penulis Turki Harun Yahya 1.075 Tahun

Penulis Turki, Adnan Oktar Alias Harun Yahya. Foto : dream.co.id

 

Tokoh televangelis Muslim, Adnan Oktar atau lebih dikenal dengan nama pena Harun Yahya, dinyatakan Pengadilan Turki terbukti bersalah melakukan pemerkosaan. Imbas dari kejahatan tersebut, dia dijatuhi vonis penjara selama 1.075 tahun.

 

Seperti dikutip dari laman dream.co.id, Rabu (13/1/2021), Adnan Oktar kerap kali menggaungkan teori penciptaan dan nilai-nilai konservatif. Namun, di sisi lain, dia mengelilingi dirinya dengan para wanita berpakaian minim dan menyebut mereka sebagai ‘anak-anak kucing.’ Bahkan, pria 64 tahun itu ditangkap pada 2018 bersama lebih dari 200 tersangka lain dari kelompoknya. Saat itu, dia ditahan atas tudingan kejahatan finansial oleh Kepolisian Istanbul.

 

Adapun vonis hukuman 1.075 tahun penjara dijatuhkan atas sejumlah dakwaan. Yakni di antaranya pemerkosaan, kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, penipuan dan percobaan spionase politik dan militer. Selain itu, pengadilan juga menjatuhkan vonis kepada dua petinggi organisasi Oktar. Dimana, keduanya yakni Tarkan Yavas dengan vonis 211 tahun dan Oktar Babuna dihukum 186 tahun penjara.

 

Diberitakan oleh kantor berita resmi Anadolu, bahwa Oktar juga dinyatakan bersalah lantaran membantu kelompok yang dipimpin ulama dan dianggap kontroversial, Fethullah Gulen, yang kini tinggal di Amerika Serikat. Bahkan, Pemerintah Turki menuding Gulen melakukan upaya kudeta yang gagal pada 2016. Namun, Oktar membantah disebut punya ikatan dengan Gulen. Dimana, dia menyatakan anggapan bahwa dia memimpin sekte seks sebagai “mitos urban”.

 

Adapun sekitar 236 terdakwa menghadapi tuntutan, 78 di antaranya ditahan menunggu persidangan. Sementara sebagian besar tersangka ditetapkan tidak bersalah sejak sidang pertama pada September 2019. Bahkan, selama persidangan yang diikuti oleh media Turki selama berbulan-bulan, pengadilan mendengar rincian kejahatan seks yang mengerikan. Dimana, Oktar memberi tahu hakim ketua pada Desember bahwa dia memiliki hampir 1.000 pacar.

 

“Ada luapan cinta di hati saya untuk wanita. Cinta adalah kualitas manusia. Itu adalah kualitas seorang Muslim,” kata Oktar dalam sidang lain pada Oktober.

 

Sebagai informasi, Oktar pertama kali menjadi perhatian publik pada 1990-an ketika dia diketahui memimpin sekte yang terlibat dalam berbagai skandal seks. Bahkan, saluran televisi A9 online miliknya mulai mengudara pada 2011, hingga akhirnya menarik kecaman dari para pemimpin agama Turki. Imbasnya, saluran tersebut sering didenda oleh pengawas media Turki RTUK, dibredel oleh negara setelah tindakan keras polisi terhadap kelompok Oktar.

 

Sementara itu, salah satu wanita di persidangannya yang diidentifikasi hanya sebagai CC, mengatakan kepada pengadilan bahwa Oktar telah berulang kali melakukan pelecehan seksual terhadapnya dan wanita lainnya. Mirisnya, beberapa wanita yang diperkosa dipaksa minum pil kontrasepsi. CC bahkan mengaku bahwa ia telah bergabung sejak berusia 17 tahun.

 

Ketika ditanya tentang 69.000 pil kontrasepsi yang ditemukan di rumahnya oleh polisi, Oktar mengatakan hal di luar dugaan. Dia menyebut bahwa pil itu digunakan untuk mengobati gangguan kulit dan gangguan menstruasi.

 

Beredar kabar bahwa Otoritas Turki pernah menghancurkan vila Oktar, yang juga dia gunakan untuk studio TVnya. Adapun vila itu terletak di sisi Asia Istanbul dan polisi juga menyita semua propertinya pada 2018. Di sisi lain, Oktar disebut-sebutmenolak teori evolusi Darwin dan telah menulis buku setebal 770 halaman berjudul ” The Atlas of Creation” dengan nama pena, Harun Yahya.