Dalam Mengobati Pasien Covid-19, China Beberkan Jenis Obat Tradisional yang Ampuh

Ilustrasi Foto : Liputan6.com

Baru-baru ini, China melakukan metode pengobatan tradisional yang menjadi ciri khas di negara tersebut dalam mengobati pasien Covid-19.

“Dengan kombinasi metode pengobatan Barat dan pengobatan tradisional adalah ciri khas solusi China. Maka, obat dan metode pengobatan tradisional memainkan peran penting dalam penanganan Covid-19,” kata Science and Technology Counselor Kedutaan Besar China, Yi Fanping, seperti dikutip dari laman dream.co.id, Rabu (10/2/2021).

Di samping itu, Yi Fanping juga mengatakan bahwa pada awal pandemi, pasien Covid-19 di Wuhan melakukan karantina terpusat. Bahkan, mereka juga menggunakan obat tradisional China untuk mencegah virus.

“Bahwa di rumah sakit modular, digunakan metode komprehensif Barat dan tradisional. Yang mana, hal ini lebih fokus pada metode tradisional. Dan memang secara menonjol menurun proporsi pasien dengan gejala ringan hingga gejala berat,” terangnya.

Yi Fanping menjelaskan bahwa untuk pasien gejala berat, diutamakan metode barat dan metode tradisional sebagai pendamping. Hal ini guna menurunkan jumlah kematian.

Tak hanya itu, Yi Fanping pun membeberkan beberapa obat tradisional China yang efektif mengobati pasien Covid-19. Menurutnya, obat-obat tradisional itu disebut terbukti efektif setelah dilakukan penelitian dan pemilihan.

“Dan memang setelah penelitian dan pemilihan, Jinhua Qinggan Granul, Lianhua Qingwen Capsule/Granule, Xuebijing Injection, Lung Cleansing and Detoxifying Decoction, Huashibaidu Formula, dan Xuanfeibaidu Formula terbukti efektif,” jelas Yi Fanping.

Dalam kesempatan tersebut, Yi Fanping juga menanggapi pertanyaan terkait laporan Xinhua News yang membahas tentang ditangkapnya kelompok criminal. Yakni terkait dugaan membuat vaksin Covid-19 palsu.

“Xinhua News Agency sudah merilis berita tentang Gerakan Khusus Penanganan dan Pencegahan Kegiatan Kriminal terkait vaksin yang diluncurkan oleh Kementerian Keamanan Publik Tiongkok dan dijalankan kepolisian daerah di Tiongkok,” kata Yi Fanping.

Dalam berita itu turut membahas tentang sebuah kasus kriminal pembuatan dan penjualan vaksin Covid-19 palsu. Yang mana, kasus tersebut akhitnya berhasil dipecahkan oleh Kepolisian Provinsi Jiangsu dan kepolisian daerah lainnya.

“Dan sebagaimana yang saya tahu, pihak di China sudah memberitahukan informasi terkait ke negara yang terlibat,” terang Yi Fanping.

Lebih lanjut, Yi Fanping menegaskan bahwa pemerintah China sangat mementingkan keamanan vaksin dan terus mengambil langkah hukum. Hal ini terkait kegiatan kriminal seperti penjualan vaksin palsu, bisnis ilegal dan penyelundupan vaksin.

“China juga akan memperkuat kerja sama penegakan hukum dengan negara yang terkait, untuk mencegah kegiatan kriminal seperti ini terjadi lagi,” tambahnya.