Senat AS Tolak Keberatan Donald Trump dan Tetap Lanjutkan Sidang Pemakzulan

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Foto : AFP

Terkait keberatan yang diajukan kuasa hukum mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, senat memutuskan menolak pengajuan tersebut dan tetap melanjutkan sidang pemakzulan.

Seperti dikutip dari CNN Indonesia, Ranu (10/2/2021), ada sebanyak 56 Senator yang turut mendukung sidang pemakzulan Trump dilanjutkan. Hal ini termasuk enam Senator dari Partai Republik. Dimana, mereka menyatakan sidang pemakzulan itu dinilai telah sesuai dengan undang-undang dasar. Di sisi lain, hanya ada 44 senator juga yang menolak sidang pemakzulan dilanjutkan.

Diketahui, enam Senator Partai Republik yang mendukung pemakzulan Trump adalah Bill Cassidy dari Louisiana, Susan Collins dari Maine, Lisa Murkowski dari Alaska, Ben Sasse dari Nebraska, Pat Toomey dari Pennsylvania, dan Mitt Romney dari Utah. Mulanya, Bill mengaku menolak pemakzulan. Akan tetapi, sikapnya berubah dalam pemungutan suara di Kongres pada Selasa (9/2/2021) kemarin.

“Saya mengatakan memutuskan hal itu dengan pikiran terbuka,” kata Cassidy.

Sementara itu, kuasa hukum Trump, David Schoen menyatakan keberatan jika sidang pemakzulan Trump digelar. Adapun dalam argumen yang disampaikan selama empat jam, Schoen mengatakan bahwa upaya pemakzulan yang diusulkan Partai Demokrat di Dewan Perwakilan itu penuh dengan kebencian. Dikarenakan, mereka merasa akan kehilangan kekuasaan.

Tak hanya itu, Schoen juga mengatakan sidang pemakzulan itu bisa berdampak merusak kepercayaan penduduk AS. Bahkan, dia juga mengatakan upaya pemakzulan itu tidak sesuai undang-undang dasar. Sebab, Trump sendiri sudah tidak menjabat.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan sempat mengusulkan pemakzulan sepekan sebelum Trump lengser dari jabatannya. Bahkan, ada yang menuduh Trump menghasut para pendukungnya melalui ucapannya dalam pidato hingga memicu kerusuhan dan penyerbuan ke Gedung Kongres (Capitol Hill) pada 6 Januari lalu. Dimana, ketika itu Trump menuduh ada indikasi kecurangan dalam pemilihan umum 2020, yang sampai saat ini tidak bisa dibuktikan.

Adapun dalam peristiwa itu terjadi, Kongres tengah menggelar rapat untuk mengesahkan hasil pemilihan umum 2020. Dan hasilnya, rapat itu harus ditunda dan dilanjutkan pada 7 Januari. Yakni dengan mengesahkan kemenangan Joe Biden dan Kamala Harris dalam pemilihan presiden dan wakil presiden. Dalam kejadian tersebut, dilaporkan lima orang, termasuk seorang polisi, meninggal dunia.