Terungkap, Inilah Misi China Usai Berhasil Mengorbit di Mars

Ilustrasi Foto: Shutterstock

Kabar mengejutkan datang dari pesawat luar angkasa Negeri Tirai Bambu, China yang berhasil mencapai Mars. Diketahui, misi Mars pertama yakni Tianwen-1, tiba di orbit sekitar Planet Merah pada Rabu (10/2/2021). Tepatnya, yakni tujuh bulan setelah diluncurkan dari Bumi dan menempuh jarak 450 juta kilometer.

Dikutip dari laman dream.co.id, Senin (15/2/2021), seperti satelit milik UEA, Tianwen-1 melakukan prosedur “pengereman” untuk memperlambat kecepatannya. Sehingga, hal itu bisa ditangkap oleh gravitasi Mars dan menghindari terlampauinya target orbit.

Akan tetapi, hal itu berbeda dengan yang dilakukan UEA pada Selasa (9/2/2021). Dimana, Cina justru enggan mengumumkan waktu kedatangan Tianwen-1 tersebut.

Dan pihak berwenang Cina selalu berhati-hati tentang kemungkinan kegagalan, belum mengumumkan waktu kedatangan yang dijadwalkan,” tulis laporan berita AP.

Adapun tujuan Tianwen-1 adalah untuk menyelidiki atmosfer Mars selama setidaknya dua tahun.Terhitung sekitar empat miliar tahun yang lalu, atmosfer Mars mengalami perubahan dan air di sana menguap. Akan tetapi, para ilmuwan tidak tahu mengapa hal itu bisa terjadi. Sebab, ada kemungkinkan terjadi endapan air di bawah tanah, yang dikenal sebagai air bawah permukaan.

Sementara itu, Tainwen-1 direncanakan akan mendaratkan rover penjelajah di permukaan Mars pada Mei mendatang. Dimana, lokasi tepatnya belum disebutkan. Namun, pengawas misi telah melihat bagian selatan dari wilayah yang disebut Utopia Planitia.

Di sisi lain, rover penjelajah bertenaga surya itu juga diperkirakan akan beroperasi selama beberapa bulan. Yakni untuk mencari air di bawah permukaan sebagai tanda-tanda kehidupan di bawah permukaan planet. Dan nantinya, rover tersebut akan menjelajah Mars bersama dengan rover penjelajah dari AS. Yakni Perseverance Mars 2020 milik NASA dan helikopter Ingenuity yang menyertainya.

Adapun untuk wahana Tianwen-1 sendiri turut membawa 13 jenis muatan. Yang mana, muatan bisa berarti satelit komunikasi atau satelit observasi. Bahkan, muatan tersebut jadi instrumen penting misi ini. Dan seperti namanya, tujuan ilmiah utama rover adalah menyelidiki kondisi bawah permukaan Mars untuk menentukan ketebalan dan formasi penyusunnya. 

Diketahui, berat rover penjelajah sekitar 200 kilogram. Hal ini karena rover digerakkan oleh tenaga surya dan pendaratan di belahan utara planet dirasa tidak cukup mendukung. Selain itu, rover penjelajah juga akan menyelidiki permukaan Mars dengan bantuan radar dan melakukan analisis kimia di tanah. Serta akan mencari biomolekul serta tanda-tanda kehidupan biologis.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, apabila hal itu berhasil mendaratkan rover penjelajahnya di Mars, maka Cina akan menjadi negara kedua yang melakukannya. Bahkan, Eropa dan Jepang sebelumnya juga sempat melakukan percobaan dan gagal. Dan Amerika Serikat (AS) hingga kini masih menjadi satu-satunya negara yang memiliki rekam jejak pendarat konsisten di Mars.

Dalam hal ini, Cina dengan misi Tianwen-1 nantinya akan bersanding dengan AS. Yakni dengan membawa kembali sampel batuan dan tanah dari planet merah ke Bumi.