Cek Fakta Mutasi Baru Virus Covid-19 yang Diduga Sudah Muncul di Inggris, AS, Denmark

Ilustrasi Virus Covid-19. Foto : Shutterstock

 

Belakangan ini, para ilmuwan diketahui tengah mengidentifikasi varian baru virus Covid-19 di Inggris dengan beberapa mutasi menganggu. Adapun varian B.1.525 nampak seperti varian Afrika Selatan yang ditemukan dari hasil test rumah ke rumah.

 

Seperti dikutip dari laman dream.co.id, Jumat (19/2/2021), para peneliti dari Universitas Edinburg sejauh ini menemukan 38 kasus, dua di Wales dan 36 di Inggris sejak Desember 2020 lalu. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa varian ini telah masuk ke Denmark, Nigeria, dan Amerika Serikat (AS).

 

Para peneliti mengatakan bahwa pihaknya masih terlalu dini untuk menambahkan varian baru ini menjadi daftar varian Inggris. Hal ini karena diperlukannya tes massal. Oleh karena itu, para peneliti saat ini menyebutnya sebagai ‘varian yang sedang diselidiki’.

 

Diungkapkan oleh Profesor Ravi Gupta, dari Universitas Cambridge, bahwa varian B.1.525 memiliki ‘mutasi signifikan’ yang telah terlihat di beberapa varian baru lainnya.

 

Dan dengan itu kita bisa memprediksi kemungkinan efeknya,” jelasnya.

 

Bahkan, Selain itu, Profesor Yvonne Doyle dari Kesehatan Masyarakat Inggris (PHE) juga mengatkan mengenai varian baru Covid-19 seperti berikut ini.

 

“PHE sedang memantau data varian baru yang muncul. Virus ini memerlukan intervensi kesehatan masyarakat, seperti tes tambahan dan pelacakan kontak yang singkat. Dan hingga kini belum ada bukti mutasi baru menyebabkan efek yang lebih parah ataupun adanya peningkatan penularan,” ujarnya.

 

Sementara itu, menurut penelitian virus mutasi B.1.525 yang disebut dengan E484K dapat membantu virus menghindari beberapa pertahanan sistem kekebalan tubuh. Adapun perubahan ini membuat varian baru mirip varian ‘Kent’ Inggris yang lebih menular daripada versi asli virus Covid-19 yang memicu pandemi.

 

Adanya isu lain yang dikhawatirkan, varian baru virus ini mudah menyebar dan bisa lolos dari vaksin Covid yang sudah dipersiapkan. Sementara itu, Profesor Gupta dan rekan timnya juga telah melakukan tes di lab dan mengatakan mutasi E484K merupakan ancaman bagi vaksin. Sehingga, saat ini para ilmuwan sedang sibuk mengembangkan vaksin baru.