Tulis Kata-kata Terakhir, Inilah Kronologi Satu Keluarga Tewas Kelaparan di Gurun

Ilustrasi Gurun Pasir. Foto : Thinkstock

Pada Minggu (21/2/2021), sebanyak delapan orang yang merupakan satu keluarga diwartakan Oman Observer ditemukan tewas di gurun Libya.Diketahui, mereka diyakini kelaparan usai tersesat dan ditemukan surat berisi kata-kata terakhir.

Seperti dikutip dari laman kompas.com, Minggu (21/2/2021), tampak dalam foto-foto yang beredar di media sosial, menunjukkan jasad kedelapan orang itu bergelimpangan. Yakni bersama barang-barang berceceran di sekitar mobilyang sebagian terkubur pasir.

Berdasarkan laporan sejumlah media, ada 21 orang termasuk anak-anak mengungsi dengan mobil SUV Toyota Sequoia. Diketahui, mobil itu ditemukan sudah terbengkalai tak berpenumpang, yakni sekitar 400 km barat daya kota Kufra, Libya. Dalam hal ini, pihak kepolisian yang sedang berpatroli di kawasan tersebut menemukan jasad tiga wanita dan lima pria. Sedangkan nasib 13 orang lainnya tidak diketahui.

Dalam proses penyelidikan dari polisi Libya menemukan, bahwa keluarga itu berangkat dari El Fasher di Sudan menuju Kufra di Libya pada Agustus tahun lalu dan tersesat.Akan tetapi, mobil itu baru ditemukan pekan lalu bersama surat kata-kata terakhir.

“Kepada siapa pun yang menemukan surat ini, ini nomor telepon saudara laki-laki saya, Muhammad Saifuddin. Maaf Bu karena tidak bisa menghubungi dirimu. Ayah dan Nasir, aku mencintaimu. Doakan kami, izinkan kami mati di sini,” demikian bunyi surat tersebut.

Sementara itu, beberapa laporan menyebutkan bahwa tragedi seperti ini bukan yang pertama.Sebab, sebelumnya sudah ada ratusan orang yang kehilangan nyawa saat mengungsi dari daerah konflik tersebut.