Terbaru, Virus Ebola yang Merebak Lagi di Kongo Sudah Renggut 4 Nyawa

Ilustrasi Foto : AFP

 

Terhitung hingga saat ini, tercatat sudah ada empat orang meninggal di Republik Demokratik Kongo setelah wabah virus ebola kembali merebak.

 

“Kami mencatat ada enam pasien infeksi ebola. Empat orang yang terinfeksi meninggal,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kivu Utara, Eugene Syalita, seperti dikutip dari laman AFP, Selasa (23/2/2021).

 

Syalita mencatat bahwa ada dua pasien infeksi ebola meninggal pada awal Februari. Sementara dua lainnya masing-masing meninggal para Jumat dan Sabtu pekan lalu.

Adapun seluruh pasien infeksi ebola itu dirawat di pusat perawatan khusus di Katwa, dekat kota Butembo. Syalita menyebut bahwa salah satu yang menghambat pemberantasan virus ebola adalah sikap penduduk yang menolak kediaman mereka disemprot disinfektan.

 

Dengan sejumlah keluarga menolak rumah mereka disemprot disinfektan, atau menguburkan kerabat mereka yang meninggal akibat ebola dengan protokol kesehatan. Masyarakat belum sepenuhnya memahami bahwa ebola muncul lagi,” lanjut Syalita.

 

Sementara itu, program vaksinasi ebola di Kongo dan negara sekitarnya mulai digelar pada pekan lalu. Diketahui, wabah itu juga muncul lagi di Guinea dan sudah menewaskan lima orang. Terhitung sejak 2013 hingga 2016, virus ebola menewaskan lebih dari 11.300 orang di Guinea, Liberia, Sierra Leone.

 

Sementara terkait kabar kematian penduduk akibat virus Ebola menambah pelik situasi di Republik Demokratik Kongo. Hal ini karena mereka juga tengah menghadapi pandemi virus Covid-19.

 

Sebagai informasi, wabah virus Ebola terakhir yang merebak di kawasan timur Republik Demokratik Kongo terjadi pada 1 Agustus 2018 sampai 25 Juni 2020. Adanya epidemi itu turut merenggut nyawa 2.277 orang. Sementara jumlah korban meninggal akibat wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo juga menjadi yang tertinggi kedua sejak penyakit itu ditemukan 44 tahun lalu.

 

Diketahui, penyakit itu pertama kali ditemukan pada 1976. Dimana, namanya diambil dari sebuah sungai di negara bekas jajahan Belgia, Zaire. Adapun negara itu runtuh akibat perang saudara dan namanya berganti menjadi Republik Demokratik Kongo.