Tuntutan Tunangan Jamal Khashoggi Terhadap Pangeran Arab Saudi Atas Dugaan Pembunuhan

Jamal Khashoggi. Foto : ANTARA

 

Belakangan ini, tunangan mendiang jurnalis Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz dan pelapor khusus untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuntut Washington untuk menjatuhkan hukuman ke putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS) atas dugaan pembunuhan.

 

Seperti dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (2/3/2021), adanya seruan itu menyusul pernyataan Amerika Serikat(AS) pada Jumat (26/2/2021) yang mengumumkan laporan secara terbuka berdasarkan berkas intelijen AS bahwa putra mahkota berinisial MbS menyetujui pembunuhan Jamal Khashoggi.

 

Dalam pernyataannya, Presiden AS, Joe Biden pun menyatakan bakal mengumumkan keputusan terkait Arab Saudi pada Senin (1/3/2021). Akan tetapi, AS belum juga menjatuhkan sanksi terhadap pemimpin de facto Arab Saudi berusia 35 tahun tersebut.

 

Dan sangat penting bahwa putra mahkota, yang memerintahkan pembunuhan brutal terhadap orang tak bersalah dan tak berdosa, harus segera dihukum. Ini tidak hanya akan mendatangkan keadilan yang kami cari untuk Jamal, melainkan juga bisa mencegah tindakan serupa berulang di masa depan,” tulis tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz.

 

Cengiz mengatakan bahwa semestinya sangat penting usai kemunculan laporan tersebut, maka tak ada lagi legitimasi politik bagi Putra Mahkota. Namun, menurutnya laporan AS itu justru dinilai tak terlalu berdampak.

 

Adanya kebenaran yang sudah diketahui telah terungkap sekali lagi, dan sekarang sudah dikonfirmasi. Namun ini tidak cukup. Karena kebenaran hanya bisa bermakna jika keadilan bisa dicapai,” ungkap Cengiz.

 

Adapun ungkapan itu lantas digaungkan di Jenewa oleh pelapor khusus PBB tentang eksekusi di luar hukum dan perlakuan sewenang-wenang, Agnes Callamard. Dimana, dia menyebut bawa kelambanan Washington menghadapi Pangeran Mohammed sebagai hal yang sangat mengkhawatirkan.

 

Dan menurut saya ini sangat bermasalah–jika bukan berbahaya–lantaran mengakui kesalahan seseorang dan kemudian mengatakan bahwa tidak akan melakukan apa-apa. Sehingga, saya menyerukan kepada pemerintah AS untuk bertindak atas temuan publiknya dan memberikan sanksi kepada MbS atas apa yang telah dia lakukan,” tegas Callamard.

 

Diketahui, Pemerintah Saudi yang semula menyatakan tidak memiliki informasi tentang Khashoggi justru mengatakan bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. Akan tetapi, mereka justru menganggap insiden itu sebagai operasi yang tidak melibatkan pangeran.

 

Dan melalui sebuah pernyataan pada Jumat (26/2/2021) malam, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi justru menyatakan menolak sepenuhnya laporan AS yang diklasifikasikan sebagai berkas terbuka tersebut.

 

Sebagai informasi, Khashoggi merupakan warga negara AS yang mengkritik Arab Saudi. Dimana, dia menuliskan kolom opini melalui Washington Post terkait kritik kebijakan MbS.

 

Namun, pada Oktober 2018 silam saat hendak mengurus dokumen pernikahannya dengan Cengiz, Khashoggi dibunuh dan dimutilasi anggota tim operasi yang diduga terkait pangeran di konsulat kerajaan di Istanbul.