Australia Dilanda Banjir Terparah Dalam 50 Tahun Terakhir Akibat Hujan Deras

Foto: akurat.co

Rancah.com – Hujan deras di sepanjang pantai timur Australia selama akhir pekan menimbulkan banjir terparah sejak 50 tahun terakhir di Negeri Kanguru tersebut. Bencana itu memaksa ribuan orang mengungsi dan merusak ratusan rumah.

Dilansir dari Reuters, pada Minggu (21/3) Perdana Menteri New South Wales, Gladys Berejiklian, mengatakan hujan lebat di seluruh negara bagian, lebih buruk dari perkiraan semula, terutama untuk daerah dataran rendah di barat laut Sydney.

“Kemarin, kami berharap ini hanya akan menjadi peristiwa (terparah) dalam 20 tahun, sekarang ini terlihat seperti peristiwa (terparah) dalam 50 tahun,” kata Berejiklian dalam sebuah pernyataan yang disiarkan sebuah stasiun televisi.

Menurut Biro Meteorologi Australia, curah hujan tergolong luar biasa dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, angkanya mencapai 1.000 mm di sejumlah daerah.

Banjir telah menyebabkan malapetaka di seluruh NSW. Sekitar 15 ribu warga di Mid-North harus dievakuasi, begitu juga dengan 3 ribu lainnya di Sydney. Sungai yang meluap telah memutus jalan dan jembatan serta memaksa sekitar 150 sekolah libur pada Senin (22/3).

Sungai Hawkesbury dan Nepean yang berbatasan dengan Sydney di utara dan barat mencapai tingkat yang lebih tinggi pada hari Senin (22/3) dibandingkan saat banjir dahsyat pada 1961. Menurut ramalan cuaca, Sungai Hawkesbury dapat mencapai puncak sekitar 13 meter nantinya.

Selain itu, Bendungan Warragamba, sumber air utama Sydney, mulai tumpah untuk pertama kalinya dalam 5 tahun. Menurut otoritas, bendungan itu mengeluarkan sekitar 500 gigaliter per hari, setara dengan volume Sydney Harbour.

Pemerintah setempat lantas mengarahkan warga di bagian barat laut Sydney untuk meninggalkan rumah pada tengah malam seiring air yang bergerak cepat. Sekitar 4.000 warga lain, sambung Berejiklian, kemungkinan akan dievakuasi.

Pemerintah juga memberikan peringatan evakuasi di sekitar 13 wilayah di New South Wales, termasuk Hunter, kawasan anggur utama Australian. Sejumlah bendungan, termasuk pemasok air utama Sydney Warragamba, meluap dan menyebabkan permukaan sungai melonjak.

Rekaman televisi dan media sosial menunjukkan air mengalir deras dari rumah-rumah, jalan-jalan terendam, pohon-pohon patah dan infrastruktur jalan rusak. Layanan darurat memperkirakan jumlah total rumah yang rusak menjadi “ratusan”.

Cuaca ekstrem juga berpengaruh pada pengiriman vaksin covid-19 ke wilayah New South Wales, menghambat target pemerintah untuk mengirimkan dosis pertama ke hampir 6 juta orang selama beberapa pekan ke depan.

“Kami harus menunggu dan melihat apa yang akan terjadi pada cuaca beberapa hari mendatang,” kata Pelaksana tugas Kepala Medis Australia Michael Kidd saat memberikan pengarahan di stasiun tv lokal.