Cek Fakta Ulah Guru di Inggris Tunjukkan Kartun Nabi Hingga Buat Warga Protes

Gedung Batley Grammar School. Foto : BBC

 

Baru-baru ini, sekolah di West Yorkshire, Inggris diprotes warga lantaran salah satu guru menunjukkan sebuah karikatur Nabi Muhammad kepada murid-muridnya. Diketahui, puluhan orang itu tampak berkumpul di luar sekolah untuk memprotes tindakan sang guru itu.

 

Dilansir dari laman BBC dan The Guardian, Sabtu (27/3/2021), salah seorang guru yang tidak disebut namanya itu awalnya menunjukkan kartun nabi dalam salah satu pelajaran di Batley Grammar School di West Yorkshire. Dimana, kejadian itu terjadi pada Senin (22/3/2021) waktu setempat.

 

Tampak dalam sejumlah video yang diposting secara online, puluhan orang berdiri di Batley Grammar School pada Kamis (25/3/2021) waktu setempat. Dimana, beberapa demonstran turut menuntut sang guru dipecat.

 

Adapun salah satu demonstran, seorang warga setempat bernama Abdullah menyebut jika karikatur Nabi itu menghina ‘seluruh komunitas Muslim’. Dia menyebut bahwa dirinya bukan orangtua murid. Akan tetapi, dia memiliki kerabat di sekolah tersebut. Bahkan, dia mengklaim ada 100 orang. Termasuk para murid yang ikut aksi protes.

 

“Inilah saatnya ketika kita tidak bisa tinggal diam, kita perlu berdiri dan memberitahu mereka, kepala sekolah, sekolah dan lembaga pemerintahan, bahwa ini bukan hal yang ringan. Ada garis yang tidak bisa Anda lewati,” ucap Abdullah.

 

Sementara itu, salah satu orangtua murid yang enggan disebut namanya menuturkan bahwa dirinya kecewa karena karikatur Nabi ditunjukkan saat pelajaran di sekolah. Akan tetapi, dia menyatakan tidak setuju dengan aksi protes itu.

 

“Cukup menakutkan dan mengintimidasi,” sebutnya.

 

Bahkan, seorang orangtua murid lainnya menyebut jika penggunaan material semacam itu ‘tidak tepat dan tidak bisa diterima’. Sehingga, dia mungkin mempertimbangkan untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain.

 

Dan saya terkejut seperti kebanyakan warga Muslim lainnya di kota ini bahwa sensitivitas keagamaan anak-anak Muslim di sekolah diabaikan sepenuhnya oleh guru sekolah yang memutuskan untuk menunjukkan gambar ofensif yang mencerca Nabi Muhammad yang mulia,” ucap Dr Abdul Shaikh, seorang akademisi lokal di Batley yang juga aktivis Muslim.

 

Berdasarkan laporan Ofsted tahun 2015, Batley Grammar School sendiri diketahui memiliki 689 murid yang nyaris tiga perempatnya berasal dari latar belakang etnis minoritas. Tampak dalam foto-foto yang diunggah ke media social, ada sekitar 30-40 demonstran yang sebagian besar memakai masker, berkumpul di luar sekolah. Bahkan, polisi berjaga-jaga di pintu masuk sekolah dan di jalanan sekitar sekolah.

 

Di samping itu, media lokal Huddersfield Examiner turut melaporkan bahwa aksi protes itu berlangsung damai. Meskipun kegiatan belajar-mengajar sempat tertunda hingga pukul 10.00 waktu setempat.

 

Menurut keterangan kepolisian West Yorksire menyatakan bahwa tidak ada penangkapan yang dilakukan dan tidak ada hukuman denda yang dijatuhkan. Bahkan, pihak kepolisian sempat memblokir ruas jalanan di sekitar sekolah saat unjuk rasa berlangsung. Adapun dalam pernyataan terpisah, juru bicara Departemen Pendidikan turut mendorong adanya dialog antara pihak sekolah dengan orangtua murid terkait masalah ini.

 

“Namun, wujud protes yang kami lihat, termasuk melontarkan ancaman dan melanggar pembatasan virus Corona, sama sekali tidak bisa diterima dan harus diakhiri,” tegasnya.

 

“Sekolah bebas memasukkan berbagai isu, gagasan dan material dalam kurikulum mereka, termasuk isu yang menantang atau kontroversial, tunduk pada kewajiban mereka untuk memastikan keseimbangan politik,” imbuhnya.

 

“Mereka harus menyeimbangkan ini dengan kebutuhan mempromosikan rasa hormat dan toleransi antara orang-orang yang berbeda keyakinan, termasuk dalam menentukan materi mana yang akan digunakan di dalam kelas,” sebut juru bicara itu.