WHO Desak Negara-negara Kaya Agar Donasi 10 Juta Vaksin Untuk Negera Miskin dan Berkembang

Ilustrasi Foto : Shutterstock.com

 

Sebagai salah satu upaya dalam memastikan pemerataan jangkauan vaksin di seluruh dunia, Badan Kesehatan Dunia (WHO) turut mendesak negara-negara kaya untuk mendonasikan 10 juta dosis vaksin Covid-19 kepada 20 negara miskin di dunia.

 

Dikutip dari laman dream.co.id, Senin (29/3/2021), Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa peningkatan permintaan vaksin Covid-19 ini mengakibatkan terjadinya penundaan pengiriman. Sementara usai hampir seperempat tahun berlalu, sebanyak 36 negara justru masih menunggu untuk mendapatkan jatah vaksin sehingga bisa segera memulai program vaksinasi.

 

Seperti diketahui, bahwa sebanyak 16 negara dijadwalkan menerima vaksin pertama dari COVAX pada 15 hari ke depan. Sementara sebanyak 20 negara masih menunggu jatah vaksin.

 

Diungkapkan oleh Tedros, bahwa COVAX membutuhkan 10 juta dosis vaksin segera. Hal ini agar 20 negara yang masih menunggu jatah vaksin dapat mulai melakukan program vaksinasi kepada petugas kesehatan dan lansia dalam dua minggu kedepan.

 

Oleh karena itu, Tedros meminta negara-negara dengan dosis vaksin Covid-19 yang memiliki Daftar Penggunaan Darurat WHO untuk menyumbangkan dosis sebanyak yang mereka bisa. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk segera mencapai target tersebut.

 

“Saya meminta produsen untuk membantu memastikan negara-negara ini dapat dengan segera mendonasikan vaksin tersebut,” tutur Teros.

 

Lebih lanjut, Tedros juga meminta perusahaan untuk meningkatkan produksi mereka. Sehingga, vaksin tambahan dapat disumbangkan ke negara-negara miskin. Bahkan, dia juga mengkritik banyaknya kesepakatan privat dilakukan oleh negara-negara yang memiliki perusahaan farmasi sendiri. Yang mana, hal itu mengakibatkan lebih sedikit vaksin tersedia untuk negara-negara berkembang.