Kasus Positif Covid-19 di Prancis Capai Jumlah Tertinggi Sejak November

Foto: dw.com

Rancah.com – Jumlah pasien positif Covid-19 di Prancis mencapai jumlah tertinggi sejak November 2020. Menurut data otoritas kesehatan yang dirilis pada Senin, 29 Maret 2021, saat pemerintah negara tersebut sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan pembatasan guna mengendalikan lonjakan kembali virus tersebut.

Data tersebut menunjukkan, saat ini ada 4.974 pasien Covid-19 yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU), melampaui puncak gelombang epidemi kedua yang mencatatkan 4.903 pasien, tetapi masih di bawah rekor lebih dari 7.000 pasien yang dilaporkan pada April tahun lalu.

Sementara itu, jumlah rawat inap Covid-19 bertambah 610 pasien, peningkatan harian terbesar dalam lebih dari empat bulan, sehingga menjadi 28.322 pasien.

Prancis juga melaporkan 360 kematian baru di rumah sakit akibat Covid-19, menjadikan jumlah kematian kumulatif sejak awal epidemi menjadi hampir 95.000 kasus.

Dalam pernyataan kepada satu surat kabar pada Minggu, sekelompok 41 dokter rumah sakit di wilayah Paris memperingatkan bahwa mereka mungkin harus segera mulai memilih di antara pasien untuk perawatan darurat.

Pada Minggu, 41 dokter rumah sakit di wilayah Paris menandatangani artikel di surat kabar mingguan Le Journal du Dimanche, yang mengatakan “semua indikator menunjukkan bahwa langkah-langkah yang diterapkan saat ini belum dan tidak akan cukup untuk membalikkan dengan cepat kurva penularan yang mengkhawatirkan.”

“Kami sudah tahu bahwa kapasitas kami untuk memberikan perawatan akan kewalahan,” tulis mereka. “Kami akan terpaksa memilih di antara para pasien demi menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa.”

Meskipun jumlah kasus infeksi Covid-19 meningkat, pemerintah enggan memberlakukan karantina wilayah (lockdown) penuh ketiga dan tetap membuka sekolah.

Mereka memilih pendekatan di tingkat regional dengan memerintahkan aturan yang lebih ketat di zona berisiko tinggi dengan toko-toko nonesensial ditutup, dan orang-orang diminta untuk bekerja di rumah serta tidak bepergian ke daerah lain.

Sebelumnya pada hari yang sama, Menteri Ekonomi Bruno Le Maire mengatakan kondisi kesehatan memburuk dan “semua opsi sudah disiapkan untuk menjamin keamanan kesehatan rakyat Prancis.”

“Jika langkah-langkah tambahan harus diambil, itu akan diambil. Pemerintah Prancis terus menyesuaikan rencananya sesuai realitas situasi kesehatan dengan mencoba mengombinasikan kehidupan sosial dan ekonomi,” katanya kepada France Info.