Duka Joe Biden Atas Tewasnya Polisi di Serangan Gedung Capitol

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden. Foto : AP

 

Kabar meninggalnya seorang polisi lantaran diserang di barikade utara Gedung Capitol turut memberikan duka mendalam bagi Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden dan ibu negara Jill Biden. Diketaui, serangan itu juga membuat seorang petugas luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit.

 

“Jill dan saya bersedih mengetahui serangan brutal pada pos pemeriksaan keamanan di area Capitol AS, yang menewaskan polisi Capitol William Evans dan membuat petugas lainnya berjuang untuk hidup,” ujar Biden dalam pernyataan yang dilansir AFP, Sabtu (3/4/2021).

 

Dalam pernyataannya, Biden menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada keluarga Evans dan setiap orang yang kehilangannya. Adapun pernyataan serupa juga disampaikan oleh Ketua DPR AS, Nancy Pelosi. Dimana, dia menyebut bahwa Evans sebagai pahlawan.

 

“Ia (Evans) adalah martir demokrasi kita. Semoga menjadi penghiburan bagi keluarga bahwa begitu banyak yang berduka bersama mereka dan berdoa untuk mereka di saat yang menyedihkan ini,” ujarnya dalam cuitan @SpeakerPelosi.

 

Diketahui, insiden naas itu terjadi ketika seorang pria menabrakkan mobil sedan berwarna biru ke dua orang petugas kepolisian Capitol sekitar pukul 13.00 siang, Jumat (2/4/2021) kemarin. Akibatnya, seorang polisi meninggal dan seorang lainnya luka-luka.

 

Sementara itu, pelaku sendiri tewas ditembak aparat saat keluar dari kendaraan sambil memegang sebilah pisau. Dia dinyatakan meninggal di rumah sakit sekitar pukul 13.30 siang.

 

Menurut keterangan aparat penegak hukum menyebut bahwa pelaku yang sempat dibawa ke rumah sakit itu teridentifikasi bernama Noah Green. Adapun insiden itu sempat membuat seluruh area Gedung Capitol dikunci. Dimana, seluruh pegawai tidak diperkenankan untuk keluar dan masuk.

 

Dan selang beberapa jam, lockdown diangkat setelah petugas memastikan tidak ada ancaman eksternal lain. Kini, proses investigasi masih berlangsung.