Kembali Beraksi, ISIS Culik 19 Orang di Suriah Termasuk Polisi

Ilustrasi Foto : AFP

 

Sebanyak 19 orang yang sebagian besar merupakan warga sipil di Suriah yang dilanda perang, dilaporkan diculik kelompok ISIS. Adapun laporan ini dikabarkan oleh kelompok Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris.

 

Seperti dikutip dari laman detik.com, Rabu (7/4/2021), disebutkan bahwa para militan ISIS yang menyerang pasukan rezim Suriah di gurun Badia, sebelum nya sempat menculik delapan polisi dan 11 warga sipil dari sebuah desa kecil. Menurut laporan kantor berita resmi Suriah, SANA mengatakan bahwa para militan telah menculik “sejumlah penduduk” dari desa al-Saan di provinsi Hama. Yakni usai mereka pergi mencari truffle, jamur yang digunakan untuk memasak.

 

Sejumlah warga lainnya dilaporkan oleh SANA mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit. Sementara itu, para militan ISIS diketahui telah meningkatkan serangan mereka dalam beberapa bulan terakhir. Yakni terhadap pasukan rezim di gurun luas yang membentang melintasi Suriah tengah hingga perbatasan timur dengan Irak. Bahkan, ISIS juga telah menculik warga sipil, penggembala dan tentara, kata kepala Observatorium, Rami Abdel Rahman.

 

“Mereka yang diculik biasanya dibunuh, terutama jika mereka adalah anggota pasukan rezim,” katanya.

 

Dalam hal ini, penculikan yang dilakukan oleh kelompok ISIS merupakan yang terbesar sejak mereka kehilangan kantong kekuasaan terakhir mereka pada 2019. Bahkan, ISIS diketahui telah menguasai sebagian besar Suriah dan negara tetangga Irak pada tahun 2014. Dimana, mereka diusir dari petak terakhir wilayah mereka di Suriah timur pada Maret 2019, namun mereka tetap bertahan di gurun Badia yang luas.

 

Diberitakan sebelumnya, bahwa pada 2018 silam ISIS dilaporkan menculik sekitar 30 orang. Yang mana, puluahan orang tersebut sebagian besar wanita dan anak-anak. Yakni dari provinsi Sweida di Suriah setelah melancarkan serangan mematikan dan membantai 250 orang. Bahkan, beberapa dari mereka yang diculik akhirnya tewas.