Sentilan Keras Imam New York ke Said Aqil Soal Dosen yang Kurangi Ajar Aqidah

Imam besar Masjid Raya New York, Amerika Serikat (AS), Shamsi Ali. Foto : CNN Indonesia

 

Baru-baru ini, Imam Besar Masjid Raya New York, Shamsi Ali turut mempertanyakan pernyataan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj. Dimana, pernyataan yang disampaikan oleh Said yakni meminta agar dosen tidak banyak mengajarkan ilmu tentang Akidah.

 

Seperti dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (7/4/2021), dosen yang dimaksud Said adalah yang dosen agama yang mengajar di fakultas umum. Dia beralasan agar mahasiswa tidak jadi radikal. Menanggapi hal tersebut, Shamsi menilai jika pernyataan dan alasan Said salah.

 

“Saya menilai cara berfikir ini kontra logika. Mendalami akidah menjadi penyebab radikalisme?” tulis Ali melalui akun Twitter pribadinya.

 

Di samping itu, Ali juga mempertanyakan apakah dengan alasan seperti itu pelajaran akidah perlu dikurangi demi mencegah radikalisme. Dia bahkan mempertanyakan logika apa yang digunakan Ketua PBNU itu.

 

“Atau harusnya gila untuk memahami pemikiran yang gila?” tanya Ali kemudian.

 

Diberitakan sebelumnya, Said Aqil Siradj meminta agar dosen-dosen agama yang mengajar di fakultas umum agar tidak banyak membicarakan tentang akidah dan syariah. Sebab, dia menilai jika materi tersebut cukup dilakukan dua kali pertemuan.

 

“Kenapa? Kalau ini diperbanyak, nanti isinya, surga-neraka, Islam, kafir, lurus, benar, sesat. Terus-terusan bicara itu radikal jadinya,” kata Said.

 

Said mengatakan bahwa mengecualikan fakultas atau jurusan ushuluddin (dasar-dasar agama), fiqih (hukum), dan tafsir hadits. Menurutnya, jurusan-jurusan tersebut harus memahami akidah dan syariah secara mendalam.

 

“Tapi kalau dosen yang mengajar di fakultas yang umum, teknik, hukum misalkan enggak usah banyak-banyak tentang aqidah dan syariah, cukup dua kali,” tutur Said.