Arab Saudi Perbolehkan 150 Ribu Jemaah Sholat dan Umroh Ramadhan di Masjidil Haram

Ilustrasi Foto : Facebook/@haramain.info

 

Selama bulan Ramadhan, Otoritas Arab Saudi diketahui bakal membuka Masjidil Haram untuk ibadah. Adapun sebanyak 150 ribu orang juga diizinkan untuk melaksanakan sholat maupun umroh.

 

Seperti dikutip dari laman dream.co.id, Kamis (8/4/2021), adapun jumlah tersebut dirinci menjadi 100 ribu jemaah sholat. Sementara sisanya, yakni 50 ribu jemaah boleh melaksanakan umroh. Hal ini dilakukan sebagai bagian rencana peningkatan kapasitas operasional selama pandemi Covid-19.

 

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Kementerian Urusan Islam, Bimbingan dan Dakwah Saudi diketahui telah menyusun prosedur yang harus dipatuhi jemaah untuk ibadah di Masjidil Haram. Di antaranya seperti izin umroh yang hanya diberikan kepada jemaah berusia maksimal 65 tahun dan sudah divaksinasi Covid-19.

 

Sementara itu, Kepala Kepresiden Umum Urusan Dua Masjid Suci, Syekh Abdulrahman As Sudais menyatakan bahwa suntikan vaksin merupakan syarat untuk masuk ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

 

Bahkan, Menteri Urusan Islam Saudi, Abdullatif Al Asheikh juga turut menerbitkan arahan tindakan pencegahan untuk menekan penularan Covid-19 sepanjang Ramadan. Dia menyebutkan bahwa buka puasa, sahur dan iktikaf di dalam masjid selama Ramadan ditangguhkan sementara lokasi untuk Sholat Idul Fitri akan ditambah.

 

Di sisi lain, Wakil Menteri Urusan Haji dan Umroh Saudi, Abdel Fattah Mashat mengatakan masyarakat yang ingin melaksanakan umroh Ramadan diharuskan mengajukan permohonan izin melalui aplikasi Tawakkalna, bukan Eatmarna. Bahkan, izin tersebut akan diberikan beberapa hari ke depan setelah pengajuan.

 

Diketahui, izin akan diberikan setiap pekan selama Ramadan kepada jemaah yang ingin sholat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Masa pengajuan izin akan dibuka kembali jika terdapat pembatalan.