Mengejutkan, Presiden Mozambik Akui Telah Usir ISIS dari Kota Palma

Ilustrasi Foto : CNN Indonesia

 

Pengakuan mengejutkan belakangan ini diungkapkan oleh Presiden Mozambik, Filipe Nyusi. Dimana, dia mengatakan bahwa militer telah berhasil mengusir kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS keluar dari Kota Palma.

 

Seperti dikutip dari laman detik.com, Kamis (8/4/2021), dalam pernyataan publik perdananya terkait serangan ISIS di Palma pada Rabu (7/4/2021) kemarin, Nyusi mengatakan  bahwa “teroris telah dikejar keluar Palma.” Meski demikian, dia mengatakan bahwa “kami tidak menyatakan kemenangan karena kami memerangi terorisme.”

 

Dikatakan oleh Nyusi, bahwa pemerintahnya telah meminta bantuan terkait gempuran ISIS yang dikabarkan sempat menduduki Kota Palma pada Maret lalu. Adapun mengenai serangan ISIS ke Palma itu dikabarkan menewaskan puluhan orang dan membuat ribuan warga mengungsi keluar kota di utara Mozambik itu.

 

“Pemerintah telah menyatakan kebutuhannya kepada komunitas internasional untuk menangani terorisme. Dukungan internasional ini sedang dievaluasi. Bantuan yang datang dari luar tidak akan datang menggantikan kita. Mereka akan datang untuk mendukung kita. Ini bukan tentang kesombongan belaka. Ini tentang rasa kedaulatan,” kata Nyusi.

 

Diketahui, kelompok militan berafiliasi dengan ISIS merebut Kota Palma usai adanya serangan terkoordinasi yang berlangsung pada 24 Maret lalu. Dimana, oara teroris merusak rumah sakit, membakar kantor pemerintah hingga bank.

 

Selain itu, sejumlah gambar yang disiarkan setelah serangan terjadi juga memperlihatkan militer Mozambik menjaga jalan-jalan kota Palma. Bahkan, beberapa penduduk yang masih berada di wilayah itu juga mencari barang yang masih bisa diselamatkan dari puing-puing bangunan yang terbakar.

 

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh pihak berwenang Mozambik, serangan ISIS itu diketahui telah menewaskan puluhan orang meski tidak mengetahui jumlah pastinya. Bahkan, Badan Pengungsi PBB (UNHCR) menuturkan lebih dari 11 ribu warga terpaksa melarikan diri keluar Palma, kota pesisir yang dekat dengan proyek gas alam (LNG) bernilai miliaran dolar.

 

Di sisi lain, ratusan warga Mozambik juga dikabarkan melarikan diri ke negara tetangga, Tanzania, dan sebagian dari mereka telah dipulangkan secara paksa menurut UNHCR. Sementara serangan ISIS ke Kota Palma ini merupakan yang terbaru setelah lebih dari 830 serangan teroris menargetkan Cabo Delgado, Mozambik, sejak 2017.

 

Lebih lanjut, Nyusi dalam pidatonya juga menawarkan amnesti bagi setiap warganya yang telah bergabung dan membantu serangan teroris ISIS.

 

“Kepada mereka yang tersesat dan berakhir di pihak teroris, kami meminta mereka kembali. Kami siap menerima Anda dan menyatukan Anda kembali ke dalam masyarakat,” katanya.