Begini Tanggapan Ahli Usai Ramai Kabar Hoaks Magnet Menempel di Bekas Suntikan Vaksin Covid-19

Ilustrasi Foto : Shutterstock

Rancah.com – Di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, banyak beredar kabar hoaks salah satunya mitos yang beredar adalah bagian lengan penerima vaksin Covid-19 bisa ditempeli benda berbahan besi karena mengandung magnet. Diketahui, postingan ini ramai dibagikan sejak beberapa waktu lalu.

Dikutip dari laman dream.co.id, Jumat (28/5/2021), menurut informasi vaksin mengadung magnet bermula dari agenda seorang wanita menempelkan benda diduga magnet ke lengannya, benda tersebut menempel. Lalu, magnet tersebut ditempel kembali ke lengan lainnya, dan tidak menempel.

Dalam hal ini, pengunggah video memberi keterangan sebagai berikut:

“Pfizer jab and a magnet experiment!. No words left to describe this,

Sementara itu, dari hasil penelusuran video tersebut merupakan hoaks. Adapun dalam artikel AFP Fact Check berjudul ” Covid-19 vaccines do not contain magnetic microchips” diunggah pada 14 Mei 2021 lalu, dijelaskan bahwa tidak ada kandungan magnet di dalam vaksin.

Bahkan, peneliti vaksin yang juga profesor biologi sel dan perkembangan di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern Feinberg, Dr Thomas Hope menyatakan bahwa tidak ada kandungan magnet dalam vaksin apapun. Hal ini lantaran vaksin hanya dibuat dari bahan lipid, garam, dan benda kimia yang tetap menjaga pH.

“Itu bahan dasarnya, jadi ini (kandungan magnet) tidak mungkin,” kata Dr Thomas Hope.

Di sisi lain, otoritas kesehatan di Amerika Serikat (AS) dan Kanada menyatakan bahwa, vaksin Covid-19 seperti Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson atau AstraZeneca tidak ada yang berbahan dasar logam.

Tak hanya magnet, informasi itu juga menyebut vaksin Covid-19 terdapat chip pelacak juga merupakan hoaks. Diungkapkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS bahwa tidak ada chip pelacak dalam vaksin.

Sehingga, informasi ada kandungan magnet di dalam vaksin Covid-19 adalah hoaks. Sebab, segala jenis vaksin Covid-19 tidak ada yang mengandung magnet. Hal ini lantaran vaksin berbahan lipid, garam, dan bahan kimia yang tetap menjaga pH.